Ini cara anak buah Menteri Susi tingkatkan kualitas Tuna tangkapan nelayan

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, saat ini masih banyak nelayan Indonesia yang menangkap tuna grade atau kelas III yang kualitasnya rendah, sehingga harga jualnya juga murah.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Ini cara anak buah Menteri Susi tingkatkan kualitas Tuna tangkapan nelayan
Ikan tuna seharga Rp 8,5 miliar. ©REUTERS/Issei Kato

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah berupaya meningkatkan kualitas ikan Tuna yang ditangkap oleh nelayan Indonesia. Saat ini, kualitas tuna dibagi dalam tiga kelas yaitu kelas I, kelas II dan kelas III.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, saat ini masih banyak nelayan Indonesia yang menangkap tuna grade atau kelas III yang kualitasnya rendah, sehingga harga jualnya juga murah.

"Jadi seandainya menangkap dalam jumlah yang sama tapi itu semua grade III, misalnya tangkap 200 Kg mereka bawa pulang Rp 4 juta. Seandainya kita bisa atur yang tuna yang ditangkap grade I seharga Rp 50.000, maka dengan jumlah volume tonase yang sama maka pelaku usaha nelayan tadi bisa bawa uang Rp 10 juta," ungkapnya di Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat, Senin (20/11).

Oleh karena itu, para nelayan perlu diberikan pelatihan dan pemahaman seputar tuna yang berkualitas tinggi, juga seputar pengelolaan tuna paska tangkap. Dengan demikian kualitas tangkapannya dapat lebih baik dan terjaga.

"Bagaimana cara tangkap. Bagaimana cara handlingnya setelah ditangkap, bagaimana handlingnya setelah di pelabuhan, bagaimana ketersediaan rantai dingin supaya pastikan ikan ini setelah naik ke atas dapat perlakuan yang benar jangan sampai ikan itu rusak," kata dia.

Ada pun jenis tuna yang disasar adalah tuna Yellowfin, sebab menurut dia tuna Yellowfin dapat ditangkap oleh nelayan dengan bermodalkan kapal-kapal kecil.

"Lebih banyak masyarakat menangkap tuna dengan kapal kecil nggak ada masalah karena kan pancing. Di Sabang mereka dengan perahu kecil. Tuna Yellowfin ditangkap dengan perahu-perahu kecil," jelasnya.

Selain itu, pemberdayaan masyarakat nelayan kecil tetap menjadi fokus agar pertumbuhan dan perbaikan ekonomi di taraf masyarakat nelayan dapat menjadi lebih baik.

"Ini jadi prioritas. Kita tak bisa buat segala sesuatu sekaligus. Jadi fokus kita ke nelayan kecil karena ini berdampak kepada sekian ribu nelayan di Indonesia," tandasnya.

Rekomendasi