Saat Jokowi sindir gerai RI di pameran dunia kerap dekat toilet

Saat Jokowi sindir gerai RI di pameran dunia kerap dekat toilet. Presiden Jokowi meminta untuk memaksimalkan momen pameran dunia dalam mempromosikan Indonesia. Presiden menambahkan kesalahan dalam memilih tempat lokasi stand justru akan memperburuk citra Indonesia. Maka dari itu, dia meminta kebiasaan ini untuk diubah.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Saat Jokowi sindir gerai RI di pameran dunia kerap dekat toilet
Jokowi di pameran monorail Monas. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Kemarin, Presiden Joko Widodo kembali meminta jajaran pemerintahannya untuk aktif memperluas pasar ekspor. Salah satunya dengan melakukan promosi melalui keikutsertaan dalam pameran dunia."Pasar-pasar baru, saya kira banyak sekali yang tidak kita urus. Coba lihat Afrika. Ini pasar yang sangat besar sekali. Potensi pasar Afrika ada USD 550 miliar. Nilai ekspor kita ke sana USD 4,2 miliar," ujarnya saat Pembukaan Raker Kemendag 2017 di Istana Negara, Jakarta.Presiden Jokowi meminta untuk memaksimalkan momen pameran dunia dalam mempromosikan Indonesia. Seperti memilih lokasi stand yang strategis agar dilihat banyak orang."Saya minta kalau pameran, dicari tempat yang paling baik. Bayar mahal tidak apa-apa. Tapi cari tempat yang paling strategis, yang paling baik. Jangan cari tempat di dekat toilet. Saya tahu, di situ diskonnya banyak."Presiden menambahkan kesalahan dalam memilih tempat lokasi stand justru akan memperburuk citra Indonesia. Maka dari itu, dia meminta kebiasaan ini untuk diubah."Brand kita langsung jatuh kalau tempat pameran di tempat seperti itu. Kalau pameran, pilihlah yang paling strategis sehingga brand value negara kita langsung melonjak naik," tuturnya.Pernyataan Presiden Jokowi ini juga pernah dilontarkan tiga tahun lalu. Saat itu, Presiden Jokowi tengah berencana menghapus anggaran promosi di seluruh kementerian. Sebab, Presiden Jokowi menilai anggaran ini selalu disalahgunakan pejabat tertentu. Selain itu, dengan anggaran yang besar promosi Indonesia di pameran tidak berjalan efektif. "Letak gerai Indonesia selalu berada di dekat toilet," ujarnya di Hotel Four Seasons.Bagaimana tanggapan pejabat pemerintahannya atas sentilan ini? Silakan lanjutkan membaca di halaman berikutnya.

Menteri Perdagangan Enggartiaso Lukita akan mengevaluasi kinerja "Indonesia Trade Promotion Center" (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) yang ada di berbagai negara, termasuk membuka perwakilan tersebut untuk wilayah yang potensial untuk ekspor. Ini sebagai respons atas sentilan Presiden Joko Widodo yang meminta pihaknya aktif membuka pasar ekspor baru.Menteri Enggar menjelaskan bahwa evaluasi kinerja tersebut termasuk langkah untuk menutup atau memindahkan ITPC dan Atase Perdagangan yang sudah tidak lagi bisa berkembang."Kami akan evaluasi, termasuk ITPC dan Atdag yang bilamana perdagangannya mau kita naikkan itu sudah tidak mungkin. Jika seperti itu, kami tidak ragu untuk menutup dan kita pindahkan," kata Menteri Enggartiasto.Tercatat, berdasarkan laman Kementerian Perdagangan, saat ini ada sebanyak 19 ITPC dan 25 Atase Perdagangan yang tersebar di berbagai belahan dunia. Nantinya, akan ada perubahan orientasi kerja ITPC dan Atase Perdagangan untuk memberikan manfaat hubungan dagang berkelanjutan."Pameran masih dilaksanakan, akan tetapi pameran yang selektif dan bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta. Yang kami minta adalah kegiatan ekonomi dalam satu tahun, harus ada hubungan dagang yang berkelanjutan," ujar Menteri Enggartiasto.Menteri Enggar menambahkan terkait rencana tersebut, Presiden telah meminta Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi membantu menyusun restrukturisasi kelembagaan dan penempatan perwakilan perdagangan di tempat yang tepat.Menteri Enggar mengatakan perluasan pasar ekspor berguna untuk meningkatkan penerimaan devisa negara. "Kita akan berupaya untuk mendiversifikasi komoditas dan pasar tujuan ekspor. Namun, membuka pasar baru bukan berarti potensi pasar lama ditinggalkan. Kita harus mengembangkan potensi baru di RRT, Amerika Latin dan negara lainnya," ujar Menteri Enggar.Selain ketiga negara tersebut, Mendag Enggar mengatakan negara-negara dengan populasi di atas 60 juta penduduk akan menjadi prioritas sasaran pasar ekspor. Beberapa negara tersebut antara lain Afrika, Eurasia, India, Pakistan, Srilanka, Bangladesh dan Timur Tengah. "Berbagai perjanjian perdagangan dengan negara-negara tersebut juga diupayakan selesai tahun ini," ungkap Menteri Enggar.

Rekomendasi