Perumnas bangun 30.000 rumah di 2017, harganya ada yang Rp 195 juta

Pembangun rumah ini masih di dominasi di daerah Jabodetabek salah satunya di daerah Parung Panjang dengan harga jual sekitar Rp 195 juta, hal ini karena Parung Panjang dekat dengan stasiun kereta api.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Perumnas bangun 30.000 rumah di 2017, harganya ada yang Rp 195 juta
perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Perum Perumahan Nasional (Perumnas) berencana akan membangun 30.000 rumah di 2017 ini. Rinciannya, 20.000 rumah merupakan hunian vertikal dan 10.000 merupakan rumah tapak atau landed house.

"Tahun ini 30.000 di berbagai macam tempat. Tahun ini kita berimbang sedikit lebih banyak vertikalnya. Jadi dari 30.000 itu, 10.000 kira-kira landed, 20.000 vertikal," ucap Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas, Galih Prahananto di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (25/1).

Merealisasikan pembangunan, Perumnas saat ini telah menyiapkan dana Rp 3 triliun. Dana ini didapat dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1 triliun di tahun 2015.

"Kemarin 2015 kita dapat PMN Rp 1 triliun. Tahun 2016 kita dapat Rp 250 miliar ditambah dengan ekuitas sudah ada menjadi sekitar Rp 3 triliun. Kita masih punya loan juga sehingga kita cukup lah," katanya.

Rumah yang dibangun Perumnas bakal dijual dengan harga paling tinggi Rp 300 juta. Sebagian rumah yang dijual Perumnas juga mendapatkan subsidi KPR berupa Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Semua Perumnas adalah MBR mulai Rp 200 juta ada 250 juta, Kalau kita enggak bisa lebih dari maksimum Rp 300 juta," ujarnya

Menurutnya pembangun rumah ini masih di dominasi di daerah Jabodetabek salah satunya di daerah Parung Panjang dengan harga jual sekitar Rp 195 juta, hal ini karena Parung Panjang dekat dengan stasiun kereta api.

"Kita berusaha dekat dengan kereta api supaya bisa datang ke Jakarta atau ke tempat kerjanya menggunakan kereta api."

Rekomendasi