Pujian & kisah unik di balik sosok Menkeu Mar'ie 'Mr Clean' Muhammad

Menteri Keuangan di era Orde Baru, Mar'ie Muhammad meninggal dunia, Minggu (11/12) sekitar pukul 02.40 WIB. Mar'ie meninggal di RS Pusat Otak Nasional, Jakarta Timur. Mar'ie menjabat sebagai Dirjen Pajak untuk periode 1988-1993. Berkat prestasinya, Presiden Soeharto mengangkatnya menjadi Menteri Keuangan tahun 1993.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Pujian & kisah unik di balik sosok Menkeu Mar'ie 'Mr Clean' Muhammad
Marie Muhammad meninggal dunia. ©2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Menteri Keuangan di era Orde Baru, Mar'ie Muhammad meninggal dunia, Minggu (11/12) sekitar pukul 02.40 WIB. Mar'ie meninggal di RS Pusat Otak Nasional, Jakarta Timur.Mar'ie menjabat sebagai Dirjen Pajak untuk periode 1988-1993, kemudian menteri keuangan pada 1993-1998. Di tengah pemerintahan Orde Baru yang dikenal korup, Mar'ie tidak terpengaruh. Dia bahkan sampai dijuluki 'Mister Clean' karena bersih dari segala macam suap dan korupsi.Semasa menjabat sebagai Dirjen Pajak, Mar'ie berusaha membersihkan institusi itu dari para pegawai korup yang main mata dengan pengusaha pengemplang pajak.Buat Mar'ie, jangankan pengusaha, Presiden Soeharto saja harus menyetorkan data yang benar sebagai wajib pajak. Tahun 1989, Direktorat Pajak sedang mengumpulkan data untuk pajak bumi dan bangunan (PBB). Mar'ie pun datang sendiri memimpin tim ke Jl Cendana, kediaman Presiden Soeharto. Mar'ie membawa pita ukur. Dia mengukur sendiri luas rumah Soeharto di Jl Cendana."Tak peduli presiden atau pengusaha, soal keharusan membayar pajak, tidak ada pengecualian. Paling tidak selama saya jadi Dirjennya," ujar Mar'ie tegas.Berkat upaya bersih-bersih Mar'ie itulah selama lima tahun Ditjen Pajak mengumpulkan uang pajak sebesar Rp 19 triliun. Padahal targetnya cuma Rp 9 triliun.Berkat prestasinya, Presiden Soeharto mengangkatnya menjadi Menteri Keuangan tahun 1993. Tindakan nyata yang dilakukan Mar'ie adalah menolak dana taktis dan anggaran perjalanan dinas yang dinilainya terlalu besar. Bukan rahasia lagi kalau dua anggaran untuk pejabat Kemenkeu ini berjumlah sangat besar.Tak seperti menteri lain yang 'ABS' alias 'asal bapak senang', Mar'ie bekerja profesional. Dia berani membantah perintah Soeharto dan beradu argumen. Dia menolak membiayai program pemerintah untuk membeli 39 kapal perang dari Jerman timur tahun 1993 yang dinilai terlalu mahal. Akhirnya dari total USD 1,1 miliar hanya USD 319 juta, yang disetujuinya. Begitu juga dengan proyek pesawat CN 235. Mar'ie tak langsung setuju karena saat itu tidak ada dana yang cukup.Kesederhanaan Marie juga ditularkan pada keluarganya. Dia melarang anak-anaknya naik mobil ke kampus atau sekolah.Itulah cerita teladan Mar'ie selama aktif bekerja. Keteladanannya tak berhenti di situ melainkan diterapkannya pada kehidupan sehari-hari pasca dia pensiun sebagai menteri keuangan. Bagaimana ceritanya? Silakan ke halaman selanjutnya.

Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Chatib Basri, juga memiliki cerita unik mengenai kepribadian Mar'ie Muhammad. Menurutnya, kisah ini menunjukkan bagaimana kesederhanaan Mar'ie Muhammad.Menurut Chatib, dirinya pernah diceritakan oleh Mar'ie bahwa suatu waktu menkeu era Presiden Soeharto ini pernah datang ke kantor pajak. Pada saat itu, Mar'ie tidak mengungkapkan bahwa dirinya adalah mantan pejabat negara dan meminta keistimewaan pelayanan."Dia pernah cerita agak sedih dan lucu juga. Beliau mesti urus pajak, mungkin orang pajak tak kenal beliau yang pernah jadi dirjen pajak dan menkeu. Jadi prosesnya ditunggu dari awal sampai ngantre, dan lain-lain," ujarnya saat ditemui di rumah duka Mar'ie Muhammad.Panjangnya antrean dan lamanya proses, lanjut Chatib, tidak membuat Mar'ie saat itu protes. "Orangnya sederhana. Dan Pak Mar'ie tidak komplain dengan itu," tambahnya.Chatib melanjutkan cerita dia bersama Mar'ie Muhammad juga ada saat dirinya bekerja sebagai staf khusus periode 2006-2010 untuk melakukan reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan. Mar'ie tidak segan untuk marah jika proses reformasi birokrasi belum menunjukkan kemajuan."Kalau di rapat itu, tak segan-segan bertanya kok ini tak jalan? Belum ada progres? Inilah yang bantu proses reform saat itu bisa berjalan baik," tuturnya."Dia integritasnya luar biasa, sederhana, tegas, tidak kompromistis. Semangatnya melakukan reformasi sangat luar biasa," jelasnya.Demikian sekelumit kisah kehidupan Mar'ie Muhammad saat dirinya tak lagi menjadi menteri keuangan. Keteladanan Mar'ie masih berlanjut hingga akhir hidupnya. Di halaman sebelah ada kelanjutnya, silakan baca.

Anggota DPD, AM Fatwa yang juga sahabat dekat Mari'e bercerita bahwa almarhum pernah berwasiat enggan dimakamkan di TMP Kalibata. Mari'e berpesan ingin dimakamkan di TPU Tanah Kusir meski negara telah mempersiapkan pemakaman tersebut."Negara sudah memfasilitasi untuk dimakamkan di TMP Kalibata, tapi wasiat almarhum dan juga keluarga kompromi, keinginan keluarga dan almarhum juga di Tanah Kusir," kata AM Fatwa dalam sambutannya di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta.AM Fatwa bercerita sosok Mari'e tak hanya berkepribadian baik, namun, pria kelahiran Surabaya tersebut dijuluki 'Mr Clean' karena memang sosoknya yang sangat bersih. Dia bercerita almarhum juga berpesan kepada anak-anaknya untuk tidak menjadi Pegawai Negeri Sipil untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan."Anaknya diwasiatkan tidak boleh jadi pegawai negeri. Beliau sangat menjaga diri," ujarnya.Keteladanan Mar'ie Muhammad ternyata meninggalkan decak kagum dari sejumlah tokoh Tanah Air. Apa saja penilaian mereka? Ada di halaman selanjutnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Mar'ie merupakan salah satu putra bangsa terbaik yang sangat berjasa dalam membangun Indonesia, Kementerian Keuangan dan Direktorat Jendral Pajak. Sumbangan terbesarnya adalah kepemimpinan dan komitmen beliau untuk membangun institusi yang bersih dari korupsi dan konflik kepentingan."Sumbangan Pak Mar'ie menjadi sangat istimewa dan inspiratif karena dilakukan pada masa Indonesia masa itu di mana korupsi dianggap sebagai praktik wajar bagi semua pejabat," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.Mar'ie, lanjut Menteri Sri Mulyani, tidak hanya tetap bersih dan sederhana namun juga memberikan contoh nyata bahwa komitmen terhadap integritas dapat ditegakkan meskipun halangan dan tantangan sangat besar. Ini teladan yang sangat berharga dan berarti bagi semua penerusnya."Kita semua kehilangan sosok Pak Mar'ie, namun warisan sikap dan contoh perilaku beliau menjadi cerita abadi yang terus menyulut api perbaikan di Kementerian Keuangan dan Indonesia," tuturnya.Menteri Sri Mulyani mengatakan sangat berduka dan kehilangan pada sosok Mar'ie yang telah banyak membantu dalam membangun Kementerian Keuangan yang bersih, profesional dan melayani."Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan kesabaran dan kekuatan dari Allah SWT dalam menghadapi kedukaan dan kehilangan ini."Wakil Presiden, Jusuf Kalla, juga merasa kehilangan atas kepergian mantan Menteri Keuangan era Kabinet Pembangunan VI Mar'ie Muhammad. JK, sapaan akrabnya, mengenal sosok Mar'ie sebagai orang yang bersih dan berdedikasi tinggi."Kita kehilangan sosok yang pada saat dia Menkeu dikenal sebagai Mr Clean," kata JK.Selain mengenal sosok Mar'ie yang dinilainya bersih, JK juga melihat pria kelahiran Surabaya tersebut sebagai sosok pengabdi sejati kepada negara. "Dia mengabdi dengan sepenuh hati, dia mengabdi dengan cara yang baik, bersih sehingga dia tidak melibatkan siapa-siapa. Tapi dia sendiri bersih," katanya.

Rekomendasi