Cerita Menteri Susi soal kekayaan laut RI dicuri Rp 45 T/tahun

"Dengan luas laut nomor 2 di dunia, harusnya laut menjadi bagian yang penting bahkan lebih dari daratan, karena 70 persen luas wilayah kita adalah laut. Tapi selama ini konsentrasi hanya di darat," kata Susi.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Cerita Menteri Susi soal kekayaan laut RI dicuri Rp 45 T/tahun
Meme Menteri Susi Pudjiastuti. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti bercerita mengenai potensi kekayaan laut Indonesia yang selama ini belum dioptimalkan dengan baik. ‎Menurut dia, negara cenderung fokus pada pengoptimalan di sektor darat.

Padahal menurut Susi, negara seharusnya bisa memberdayakan potensi laut di Tanah Air, karena 70 persen luas wilayah Indonesia merupakan perairan.

"Dengan luas laut nomor 2 di dunia, harusnya laut menjadi bagian yang penting bahkan lebih dari daratan, karena 70 persen luas wilayah kita adalah laut. Tapi selama ini konsentrasi hanya di darat, sementara tetangga ambil benefit dari laut kita," ujarnya dalam Forum BUMN di The Darmawangsa, Jakarta, Kamis (3/11).‎

Kurang optimalnya negara dalam memanfaatkan potensi perairan Indonesia menyebabkan kekayaan ‎laut digerus habis oleh pihak asing. Lebih parahnya lagi, di wilayah Timur Indonesia sebanyak 3,5 juta ton ikan Indonesia dicuri.

"Kita berantas illegal fishing yang rugikan Indonesia, ini angkanya kita tidak pernah tahu. Tapi di Papua itu ikan 3,5 juta ton per tahun dicuri, kalau dikalikan USD 1 per kg sudah USD 3,5 miliar (Rp 45,7 triliun)," tuturnya.

Kendati demikian, Susi tidak ingin berlarut-larut dengan permasalahan yang sudah terjadi. Saat ini, kata Susi, ‎pemerintah terus melakukan perubahan pada kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak memberi benefit bagi negara dan rakyat serta keberlangsungan sektor perikanan Tanah Air.

"Indonesia dalam 2 tahun sudah banyak perubahan, deregulasi di semua lini termasuk perikanan. Perikanan yang lakukan reforming, reenginering. Kemudian bangun infrastruktur di 12 pulau terluar, sebagian sedang dikerjakan dan sebagian hampir selesai, pembangun terus menerus. Kita sinergi dengan BUMN untuk bantu realisasikan visi misi pemerintah, buat Indonesia jadi poros maritim dan laut masa depan bangsa. Ini bukan untuk satu generasi, satu dekade, tapi generasi cucu cicit kita. Jadi frame utamanya yaitu sustainability," tutupnya.

Rekomendasi