Konsumen jenuh, penjualan Apple turun drastis hingga Rp 234 triliun

Apple secara resmi mengumumkan adanya kerugian sebesar USD 18 miliar atau Rp 234 triliun hingga September 2016, yakni dari USD 234 miliar pada 2015 menjadi USD 216 miliar. Sebab, pada kuartal III-2016 Apple hanya mampu menembus angka 45,5 juta dari penjualan di periode yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 48 juta.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Konsumen jenuh, penjualan Apple turun drastis hingga Rp 234 triliun
iphone 7. ©2016 Merdeka.com

Apple secara resmi mengumumkan adanya penurunan penjualan sebesar USD 18 miliar atau Rp 234 triliun hingga September 2016, yakni dari USD 234 miliar pada 2015 menjadi USD 216 miliar. Hal ini dikarenakan adanya penurunan penjualan, di mana pada kuartal III-2016 Apple hanya mampu menembus angka 45,5 juta dari penjualan di periode yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 48 juta.

Beberapa analis dunia mengungkapkan bahwa penurunan tersebut dikarenakan konsumen mulai jenuh. Sebab, banyak perusahaan memberikan teknologi canggih kepada konsumen, sedangkan iPhone milik Apple hanya memberikan fitur dering mati untuk dua model sebelumnya dan menghilangkan beberapa kewajiban untuk meng-upgrade. Padahal, iPhone pernah mengalami masa jayanya di tahun 2001 sejak munculnya iPod.

CEO Apple Tim Cook mengatakan bahwa permintaan untuk iPhone baru melebihi pasokan di beberapa tempat, terutama untuk iPhone 7 Plus. Namun, penjualan di China justru menurun 30 persen dari tahun ke tahun karena kalah bersaing dengan smartphone lokal, seperti Xiaomi dan Huawei.

"Kami sangat jatuh di China. Karena semua orang tumbuh menjadi masyarakat kelas menengah," kata Cook seperti dilansir CNN, Rabu (26/10).

Meski begitu, Cook berharap penjualan iPhone di kuartal selanjutnya bisa meningkat hingga USD 78 miliar, melebihi dari penjualan di tahun sebelumnya sebesar USD 74,8 miliar. Dia meyakini, munculnya iPhone 7 Plus bisa mendongkrak penjualan di kuartal selanjutnya.

Analis dari Morgan Stanley Katy Huberty menilai bahwa penjualan iPhone milik Apple akan dibantu oleh isu Samsung Galaxy Note 7. Meski begitu, CFO Apple Luca Maestri meyakini bahwa tanpa adanya isu tersebut, permintaan untuk iPhone tetap tinggi.

"Kita menjual segala sesuatu yang kita bisa kita produksi," kata Luca.

Rekomendasi