Sebelum ke industri, harga gas di hulu sudah mahal

Saat ini, tidak ada lagi harga jual gas hulu, yang diperuntukkan memenuhi kebutuhan industri berada di bawah USD 4 per juta British thermal unit (MMBTU). Beberapa kontrak gas harganya sudah di atas USD 5 per MMBTU.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Sebelum ke industri, harga gas di hulu sudah mahal
Pipa Gas PGN. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Industri dalam negeri mengeluhkan tingginya harga gas bumi yang mereka beli. Bahkan, harga gas dalam negeri lebih mahal dibanding Singapura. Padahal, Singapura membeli gas dari Indonesia.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan, harga gas bumi di Singapura hanya sekitar USD 4,5 per juta British thermal unit (MMBTU), Malaysia USD 4,47 per MMBTU, dan Filipina USD 5,43 per MMBTU.

Berdasarkan data Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), harga jual gas bumi sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) sudah cukup tinggi yakni berkisar USD 5-8 per MMBTU. Gas tersebut disalurkan oleh perusahaan yang mengelola pipa transportasi sampai distribusi hingga sampai ke pelanggan termasuk industri.

Berikut daftar harga gas hulu dari KKKS sebelum sampai ke industri:

1. Conocophillips (Pekanbaru) USD 7,04 per MMBTU

2. Conocophillips (Sumatera Selatan dan Jawa Barat) USD 5,44 per MMBTU

3. Ellipse (Jawa Barat) USD 6,75 per MMBTU

4. Lapindo (Jawa Timur) USD 7,649 per MMBTU

5. Pertamina EP Benggala (Medan) USD 8,49 per MMBTU

6. Pertamina EP Sunyaragi (Cirebon) USD 7,5 per MMBTU

7. Pertamina EP Pangkalan Susu (Medan) USD 8,48 per MMBTU

8. Pertamina Hulu Energi (PHE) WMO (Jawa Timur) USD 7,99 per MMBTU

9. Santos (Jawa Timur) USD 5,79 per MMBTU

10. Lapangan Jambi Merang (Batam) USD 6,47 per MMBTU

Dari data, terlihat bahwa harga gas di Indonesia sejak di hulu saja sudah lebih mahal dibanding harga hilir di Singapura, Malaysia dan Filipina. Untuk mengalirkan gas dari hulu ke konsumen menggunakan pipa transmisi (biaya angkut-nya ditetapkan pemerintah) dan pipa distribusi gas bumi yang panjangnya berkilo-kilo meter hingga sampai ke industri. Tidak mengherankan, harga gas untuk industri di Indonesia berkisar USD 9 - 10 per MMBTU.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM, Luhut Binsar Panjaitan sebelumnya mengatakan, salah satu penyebab tingginya harga gas industri dikarenakan harga jual gas di tingkat hulu atau kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) sudah cukup tinggi.

Rekomendasi