PT Adaro Energy Tbk saat ini tengah merambah lini bisnis baru. Perusahaan yang fokus di pertambangan ini menambah dua lini bisnis yaitu logistik dan kelistrikan.
Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Boy Thohir mengungkapkan, transformasi ini dilakukan guna menjaga profit perusahaan di tengah merosotnya harga batubara sejak 2011.
"Sekarang kan Adaro sudah bertransformasi yang tadinya cuma tambang jadi ada logistik dan powerplan. Jadi sekarang kita ada tiga pilar, tambang, logistik, dan powerplan," ujar Boy saat ditemui di Kanwil Pajak Besar IV, Jakarta, Rabu (14/9).
Menurut Boy, penambahan lini bisnis ini diperkirakan mampu memberi kontribusi profit yang lebih signifikan dibanding pertambangan dalam 5 tahun mendatang. Dengan demikian, perusahaan tidak akan bergantung terus terhadap komoditi tambang yang harganya terus berfluktuatif.
"Dengan strategi seperti ini mudah-mudahan nanti kita tidak melulu bergantung pada tambang, saya bayangkan atau saya bercita-cita 5 tahun dari sekarang bisa sepertiga, sepertiga, sepertiga sehingga nanti kalau ada gejolak bisa lebih stabil. kalau kita melulu hanya tergantung pada komoditi, begitu naik ya naik begitu turun jatuh. Nah, kalau dengan tiga strategi bisa lebih stabil," jelasnya.
Dia melanjutkan, saat ini kontribusi dari bisnis kelistrikan dan logistik mengalami peningkatan yang cukup baik. Namun, Boy mengakui, saat ini kontribusi pendapatannya masih didominasi sektor tambang.
"Masih mining sekitar 60 persen. Tapi 40 persen sudah dari non mining," pungkasnya.