Millward Brown: Setiap tahun brand value sebuah merek berubah

Perubahan yang paling terlihat ialah pada kategori Fast Moving Consumer Goods (FMCG).

Haris Kurniawan
Oleh Haris Kurniawan - Reporter
Millward Brown: Setiap tahun brand value sebuah merek berubah
BrandZ 2016. ©Otonomi.co.id/dwi narwoko

WPP dan Millward Brown kembali menggelar BrandZ Top 50 Most Valuable Indonesian Brands. Sejumlah perubahan pun mereka hadirkan dari hasil riset yang telah dilakukan dengan melibatkan ribuan merek dan jutaan konsumen.

Marketing Director Millward Brown Indonesia Anggra Tidayoh mengungkapkan, perubahan yang paling terlihat ialah pada kategori Fast Moving Consumer Goods (FMCG), jika dibandingkan kategori perbankan.

FMCG sendiri memiliki jumlah merek terbanyak dalam daftar, dengan total 16 merek yang terdiri dari produk perawatan diri, makanan dan susu, minuman ringan hingga perawatan rumah.

Merek FMCG paling bernilai adalah merek perawatan pribadi milik Pond's dengan nilai USD 1,2 miliar atau setara Rp 15,7 triliun. Mereka menduduki urutan 13 dalam BrandZ Top 50 Most Valuable Indonesian Brands, atau satu peringkat lebih unggul dari merek milik mie Indomie dengan nilai USD 1,1 miliar atau Rp 14,4 miliar.

"Ini merupakan tahun kedua kita, perubahan dari tahun lalu dengan sekarang tentunya ada. Di tahun ini kita melihat penurunan daya beli konsumen terhadap produk FMCG, ekonomi membuat konsumen untuk spend less dan menghindari impulsive buying. Di saat sperti ini menjadikan peranan sebuah brand menjadi sangat penting," kata Anggra saat berbincang dengan merdeka.com di Jakarta.

Perubahan yang terjadi juga disebabkan adanya perlambatan ekonomi yang melanda Indonesia dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Akan tetapi, hal itu tak berdampak besar bagi dua bank yang ikut masuk perubahan dari hasil riset BrandZ Top 50 Valuable Indonesian Brands 2016 sejalan dengan FMCG kategori.

"Walaupun daya beli berkurang, value brand di dalam kategori FMCG mengalami peningkatan yang cukup signifikan. FMCG brand yang memiliki kedekatan dengan konsumen yang kuat dapat menaikan nilai brand dan nilai finansial. Contohnya sunsilk yang mengalami pertumbuhan value 27% di tahun ini," jelasnya

Dalam kesempatan itu, Anggra juga menjelaskan, perubahan ini bisa dilihat berdasarkan hasil temuan yang mereka dapatkan di tahun ini dengan tahun 2015. Di mana mereka meneliti nilai finansial sebuah merek dagang serta menyandingkannya dengan pendapat konsumen.

"Hasil brandZ Hasilnya sebenarnya dilihat dari tahun lalu seperti apa, tahun ini seperti apa, dan pergerakannya bagaimana. Setiap tahun kan kita adakan research lagi, kita lihat lagi bagaimana (brand value sebuah merek)."

"Kita menghitung financial value yang di dapatkan dari stock exchange atau laporan keuangan perusahan dan digabungkan degan riset ke konsumen mengenai bagaimana tanggapan mengenai brand ini. Dan mempelajari nilai knostibusi sebuah brand dari situ lah kita menghitung brand value. Nah, nilai ini semua setiap tahunnya dapat berubah-ubah tentunya," tuntasnya.

Rekomendasi