Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) meyakini sampai saat ini investor masih serius dan mengantri ingin masuk ke Indonesia. Sayangnya, masih ada sumbatan pada level menengah yang menyebabkan investor berpikir ulang untuk menanamkan modal di Indonesia.
"Jadi proses integrasi kebijakan yang dibangun pemerintah pusat harus inline kebijakannya sampai level daerah, kabupaten, dan kota. Karena tanpa itu, target investasi yang 10 persen peningkatannya tiap tahun menjadi terkendala untuk tercapai," ujar Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta usai melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/6).
Menurut dia, untuk mencapai pertumbuhan investasi 10 persen tiap tahunnya, pemerintah juga perlu mengintegrasikan pembangunan infrastruktur secara masif dengan mengikuti kebutuhan industri. Selain itu, dana alokasi khusus (DAK) yang disebar ke daerah untuk transportasi harus dilakukan dengan prinsip local based.
"Dilakukan secara prinsip local based, dengan memanfaatkan sumber daya lokal, peralatan, pasir, manusia, dan bahan-bahan," jelas Arif.
Selain itu, pemanfaatan dana desa harus ditetapkan untuk sektor padat karya dan diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang rentan dan miskin yang jumlahnya saat ini sekitar 30 juta jiwa.
"Perlu juga melakukan proses campaign investasi yang lebih terstruktur. Masif sudah, tapi terstruktur dan terukur. Jadi katakanlah, kalau ingin tumbuh 10 persen per tahun investasinya, maka hasil dari campaign investasi itu harus 0,8 persen peningkatannya tiap bulan," kata dia.
Di sisi pertumbuhan ekonomi Indonesia seharusnya bisa melesat hingga menembus angka 7 persen, meskipun pertumbuhan ekonomi global sedang kurang baik. Sebab, negara seperti Filipina, India, bahkan Afrika bisa tumbuh di atas 7 persen.
Arif menjelaskan, jika dilihat dari data historis dan potensi sumber daya alam (SDA) serta sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia, pertumbuhan ekonomi 7 persen bukanlah sesuatu yang sulit dicapai. Hanya saja, pemerintah perlu melakukan sejumlah upaya agar hal tersebut dapat terwujud.
"Kita sampaikan ke Presiden langkah strategis mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen. Karena ini hal yang achievable. Filipina bisa tumbuh diatas 7 persen, India juga bisa 7 persen walaupun dunia melemah. Malah Afrika yang ada konflik Rwanda tumbuh double digit," kata dia.
Politisi PDIP ini menambahkan, pertumbuhan ekonomi 7 persen dapat dicapai apabila pemerintah dapat menjaga agar rata-rata investasi tiap tahunnya tumbuh 10 persen. Selain itu, pemerintah juga perlu menjaga agar ekspor dapat tumbuh tiga persen tiap tahunnya
"Mengendalikan dan menjaga impor tetap tumbuh, tetapi rerata 2 persen dalam satu tahun. Konsumsi keadaan tetap seperti sekarang ini minimal 5 persen tiap tahun," pungkas dia.