DPR sebut Israel incar pasar ekspor di Asia termasuk Indonesia

Pernyataan PM Israel Benjamin Netanyahu hanya pemanis belaka.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
DPR sebut Israel incar pasar ekspor di Asia termasuk Indonesia
Indonesia vs Israel. ©2016 Merdeka.com

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyebut pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ingin melakukan perubahan hubungan diplomatik Indonesia hanya sebagai 'pemanis' belaka. Nasril berpendapat, hal tersebut tidak terlepas karena potensi pasar Indonesia yang cukup besar di Asia.

"Itu kita hanya ingin dijadikan sasaran pasar. Negara di Asia Tenggara kan potensi pasar kita besar," ujar Nasril saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (30/3).

Selain itu, lanjut Nasril, dia mengatakan tak ada keuntungan yang didapat apabila bekerja sama dengan Israel. Untuk itu, pemerintah harus mempertimbangkan secara matang keinginan Benjamin tersebut.

"Skala untung atau menguntungkan tentu ada bilateral. Sekarang apa yang mau kita ekspor kesana? Indonesia ini adalah sasaran impor. Kalau memang menguntungkan kedua belah pihak mana kita yang diuntungkan?. Jadi belum ada komoditi kita baik migas, non migas maupun produk manufaktur yang menjadi andalan untuk diekspor ke Israel," pungkas dia.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan perlunya perubahan hubungan diplomatik antara negaranya dengan Indonesia. Bagi pemimpin Partai Likud itu, hubungan antara negara berpenduduk muslim terbesar sedunia dan negeri zionis sudah saatnya terjalin secara formal.

Seperti dilansir situs resmi pemerintahan Israel, mfa.gov.li, Senin (28/3), Netanyahu menyayangkan selama ini Israel-Indonesia terlibat dalam 'perang dingin' hanya karena tak ada komunikasi formal. Padahal peluang kerja sama di bidang bisnis maupun alutsista sangat terbuka.

"Sudah saatnya antara Indonesia-Israel terjalin hubungan formal. Kami memiliki peluang kerja sama di bidang teknologi dan pengairan," kata Netanyahu di kantornya, Yerusalem.

Rekomendasi