Bikin pabrik bahan baku obat, investor Korsel siapkan Rp 1,1 triliun

Sekaligus pusat riset dan pengembangan bioteknologi.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Bikin pabrik bahan baku obat, investor Korsel siapkan Rp 1,1 triliun
gedung BKPM. Merdeka.com/Imam Buhori

Perusahaan farmasi Korea Selatan tertarik membuka pabrik bahan baku obat sekaligus pusat riset dan pengembangan bioteknologi di Indonesia. Nilai investasi diperkirakan mencapai USD 95 juta (Rp 1,1 triliun).

"Pembangunan pusat riset dan pengembangan di bidang bioteknologi akan meningkatkan kemampuan Indonesia mengembangkan berbagai jenis bahan baku obat yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia sekaligus sebagai transfer of knowledge bagi industri farmasi di Indonesia," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani melalui keterangan persnya di Jakarta, Selasa (29/3).

Franky menambahkan Investasi tersebut tidak hanya berdampak positif pada ketersediaan obat. Tetapi juga neraca perdagangan Indonesia lantaran berpotensi mengurangi impor dan membuka ekspor.

Saat ini, Indonesia masih tergantung dengan impor bahan baku obat dari China, India dan eropa.

"Rencana Investasi tersebut bernilai strategis karena bahan baku obat juga merupakan produk substitusi impor. Ini akan mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat yang selama ini dilakukan," ucapnya.

"Kedepan kemandirian ekonomi berbasis kekuatan Industri harus terus ditingkatkan agar kita menjadi negara yang berdaya saing untuk kompetisi di tingkat ASEAN maupun di tingkat global."

Sementara itu, Pejabat Promosi Investasi kantor perwakilan BKPM di Korea Selatan Imam Soejoedi menyampaikan, rencana investasi ini sudah mencapai tahap finalisasi. Rencana pemerintah membuka 100 persen bidang usaha industri bahan baku obat dinilai menjadi salah satu kunci percepatan rencana investasi tersebut.

"Untuk itu, kami akan terus mengawal rencana investasi ini agar dapat segera direalisasikan," jelasnya.

Untuk diketahui, Investasi yang masuk dari Korea Selatan pada 2015 mencapai USD 1,2 miliar. Tumbuh sebesar 7,6 persen dari periode sama tahun sebelumnya.

Sejak 2010-2015 nilai investasi yang masuk dari Korea Selatan mencapai USD 8 miliar. Dalam periode tersebut sektor yang masuk didominasi industri logam, mencapai 45 persen.

Rekomendasi