Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut Toshiba dan Panasonic kalah bersaing dengan perusahaan sejenis lainnya. Akibatnya, dua perusahaan elektronik Jepang itu harus menutup pabrik di Indonesia.
"Sudah dijelaskan itu untuk modernisasi pabriknya karena teknologi, dari tiga pabrik jadi dua pabrik. Karena tidak bisa bersaing dengan teknologi lama. Otomatis harus lebih modern, itu semua sesuai aturan," kata JK di kantornya, Jakarta, Kamis (4/2).
Hal senada diungkapkan Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto. Dia menyebut penutupan pabrik tak terlepas dari persoalan yang membelit perusahaan Jepang di negara asal.
"Kebanyakan perusahaan yang di Jepang sendiri ada banyak masalah," ujarnya.
Atas dasar itu, dia menyarankan karyawan perusahaan Jepang untuk segera berpindah tempat kerja.
"Harusnya pindah ke perusahaan lain, makanya penting itu ada investasi baru," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution meminta publik untuk tak panik melihat pemberitaan kolapsnya perusahaan Jepang di Indonesia. Sebab, itu tak menunjukkan ada gelombang pemutusan hubungan kerja massal.
"Bisa saja karena kalah bersaing dengan perusahaan Korea, Cina. Tapi jangan bilang massal ya," ujar Darmin.