Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Ryan Kiryanto mendorong Kredit Usaha Rakyat (KUR) disalurkan ke sektor produktif menyerap tenaga kerja. Semisal pertanian, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
"Bukan hanya ke sektor perdagangan dan jasa. Kalau di sektor perdagangan, hanya memiliki manfaat bagi si pedagang itu sendiri," kata Ryan saat di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Jakarta, Jumat (15/1).
Dia menilai kredit sebagai pinjaman lunak yang bisa dioptimalkan untuk memerkecil tingkat kesejangan antarpenduduk.
"Program KUR saya nilai tepat sebagai jaring pengaman sosial untuk menipiskan tingkat kesenjangan antara si kaya dan si miskin yang saat ini ada di level 0,40," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pembiayaan Kementeriaan Koperasi dan UKM Braman Setyo mengatakan pemerintah menurunkan suku bunga kUR dari 12 persen menjadi sembilan persen. Target penyaluran KUR ditetapkan Rp 120 triliun tahun ini.
"Dengan kemudahan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah," ungkap Braman.
"Dukungan dari Kementrian dan Pemda diperlukan. Berupa penyediaan anggaran bagi kegiatan penyiapan calon debitur KUR, penyusunan basis data calon debitur KUR, pembentukan tim monitoring dan evaluasi penyaluran KUR di sektor masing-masing, juga pendampingan."