Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengangkat Direktur Jenderal Kementerian ESDM Jarman sebagai komisaris PT PLN (Persero). Selain Jarman, PLN juga mendapatkan komisaris utama yang baru yaitu Kuntoro Mangkusobroto menggantikan Chandra M Hamzah.
Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdulillah mengatakan penunjukkan Jarman bukan tanpa alasan. Saat ini, PLN tengah menggarap proyek 35.000 megawatt (MW) sehingga tercipta koordinasi yang baik antara operator dan regulator.
"Lebih solid antara operator dan regulator. Karena memang secara track record dia (Jarman) dan kemampuan, dia punya. Cuma masalahnya dalam program 35.000 megawatt kita butuh mempererat," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/11).
Menurut Edwin, proses pemilihan jajaran komisaris PLN cukup panjang. Para komisaris tersebut harus dinilai lebih dari 110 eslon I di PLN.
Kemudian, kata dia, proses selanjutnya adalah konsultasi ke dewan komisaris aktif. Setelah itu, dilakukan penilaian lembaga manajemen eksternal. Terakhir, lanjut Edwin, fit and proper tes Deputi Kementerian BUMN.
"Kemudian dikonsultasikan dengan Ibu Menteri BUMN, dipanggil lagi. Jadi, proses yang panjang," pungkas dia.