Banyak konflik, ekonomi Negara Islam memprihatinkan

Konflik berkepanjangan membuat umat Muslim banyak mengungsi.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Banyak konflik, ekonomi Negara Islam memprihatinkan
Warga Iraq belanja seragam militer. ©Reuters

Forum Ekonomi Dunia Islam (WIEF) ke-11 di Kuala Lumpur Malaysia menyatakan prihatin melihat ekonomi negara mayoritas muslim. Kekhawatiran ini muncul akibat konflik yang berkepanjangan, baik internal maupun eksternal (dengan negara-negara lain).

"Sebagian negara Islam, khususnya yang berada di Timur Tengah seperti Irak, Suriah, Libya, dan Yaman menghadapi masalah ekonomi yang sulit akibat konflik yang berkepanjangan," kata tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), KH Misbahus Salam seperti dilansir Antara, Jakarta, Senin (09/11).

KH Misbah sendiri ikut serta dalam Konferensi Internasional WIEF ke-11 yang berlangsung di Kuala Lumpur pada 3-5 November 2015 lalu.

Menurut KH Misbah, sebagian besar negara di Timur Tengah menghadapi masa sulit akibat konflik berkepanjangan. Konflik berdarah itu mengakibatkan jutaan umat mengungsi. Sebanyak 90 persen dari 60 juta total pengungsi penduduk dunia saat ini adalah umat Islam.

Dalam waktu dekat konferensi kemanusiaan internasional akan digelar di Turki yang mengagendakan resolusi konflik dan pascakonflik, khususnya di negara-negara yang mayoritas berpenduduk Muslim.

Sementara itu PM Malaysia Dato Sri Najib Razak dalam sambutannya mengatakan, WIEF bukan forum debat politik serta tidak terperangkap dalam gerakan Islam radikal.

"Forum ini membicarakan kerja sama ekonomi serta merupakan alat atau perantara untuk mewujudkan kemajuan pembangunan ekonomi dan merapatkan jurang antara Dunia Islam dan bukan Islam," kata KH Misbah mengutip PM Malaysia.

Dia menambahkan, WIEF ke-11 menyimpulkan beberapa agenda penting, di antaranya penguatan lembaga finansial Islam, perlunya mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembiayaan syariah untuk industri kecil dan menengah di negara-negara Islam.

WIEF ke-11 dihadiri 23 kepala negara atau kepala pemerintahan dan pejabat tinggi dari negara-negara mayoritas Muslim seperti Bosnia, Azarbaijan, Ghana, dan negara-negara Timur Tengah. Tercatat 3.069 anggota delegasi dari 98 negara Islam dan 253 pelaku ekonomi dunia hadir dalam forum tersebut.

Rekomendasi