Tak banyak konsumen lapor pembalut mengandung zat pemutih

YLKI menduga, tidak banyak konsumen yang melaporkan soal ini karena risih.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Tak banyak konsumen lapor pembalut mengandung zat pemutih
Ilustrasi pembalut. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/Ivancovlad

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengakui, tak banyak konsumen yang melaporkan adanya kandungan zat pemutih di pantyliner dan pembalut yang beredar di dalam negeri. Temuan YLKI awalnya dari internal.

Anggota Pengurus Harian YLKI Ilyani S. Andang mengaku cukup sering mendengar keluhan dari sejumlah perempuan di internal YLKI.

"Kalau keluhan banyak. Di internal kami saja perempuannya banyak yang mengeluh jika pakai pembalut malah gatal-gatal, lecet atau iritasi," ungkap Ilyani di kantornya, Jakarta, Selasa (7/7).

Dia menduga tidak banyak konsumen yang melaporkan soal ini karena risih. Sebab harus diperkuat dengan hasil pemeriksaan dokter.

"Karena kan kalau melapor ke kami harus disertai surat keterangan dokter. Nah umumnya perempuan mereka merasa risih atau malu jika mengalami gejala-gejala yang disebabkan klorin atau juga mereka menganggap hal itu biasa," tuturnya.

Di sisi lain, ada peringatan dari dokter yang isinya melarang perempuan memakai pantyliner ketika tengah menginginkan kehamilan.

"Banyak juga perempuan yang ketika ia sedang cek kesehatan agar bisa hamil selalu disarankan oleh dokter agar tidak memakai pantyliners. Karena itu bisa menghambat kesuburan," bebernya.

Rekomendasi