Dewan Perwakilan Rakyat meragukan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dapat meningkatkan standar keselamatan penerbangan hanya dalam tiga bulan ke depan. Sebab, Jonan dinilai belum memiliki kerangka yang jelas untuk mencapai itu.
"Kami juga kaget, Pak Jonan menargetkan hanya 3 bulan. Saya langsung bertanya 'apa jaminannya'? Saya katakan tidak mungkin. Saya harap Jonan ambil langkah-langkah pengetahuan lapangan yang memadai. Keseriusan oke tapi harus terukur dengan waktu yang wajar," kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia dalam diskusi bertema "Bukan Cari Kambing Hitam Selamatkan Penerbangan Nasional", Jakarta, Minggu (25/1).â¬
Seperti diberitakan, Jonan menargetkan level keselamatan maskapai nasional naik satu tingkat menjadi kategori I, sesuai standar Federation Aviation Administration (FAA), pada Mei 2015. Dengan begitu, maskapai penerbangan nasional bisa menjelajah ke Eropa dan Amerika.
Jika target itu tak tercapai, Jonan mengancam bakal mencopot anak buahnya.
"Yang kami harapkan menhub punya kerangka yang jelas dan ketegasan. Kami suport. Tapi jangan bikin target yang tidak mungkin dicapai," kata Yudi.
Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi Mustafa Djuraid mengatakan, Ditjen Perhubungan Udara sudah melakukan berbagai pembenahan manajemen penerbangan guna memenuhi persyaratan FAA. Setidaknya, masih ada sekitar 130 item terkait keselamatan masih perlu dibenahi.
Dan, pembenahan itu perlu kerja sama antara regulator, maskapai penerbangan, pengelola bandara, dan otoritas navigasi.
"Kalau kita semua mau kerja keras dan sungguh-sungguh, kita bisa kok masuk kategori 1. Mudah-mudahan tahun 2015 ini kita bisa."