Tahun ini, pemerintah mengalokasikan Rp 48 triliun untuk penyertaan modal negara (PMN) bagi perusahaan-perusahaan BUMN. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membagi PMN untuk beberapa sektor. Mulai dari perbankan, BUMN karya, dan yang terbaru BUMN jasa pendukung transportasi.
PT Angkasa Pura II (Persero) bakal disuntik modal tambahan sebesar Rp 3 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membiaya pembangunan dan pembebasan lahan runway ke-3 di Bandara Soekarno Hatta.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, dana segar tersebut bakal dipakai membangun cross taxiway yang menghubungkan antara 2 runway di Bandara Soetta.
"Di APBN-P (APBN Perubahan), kita usulan PMN ke AP II," ujarnya di Kementerian BUMN, semalam.
Namun, tidak rencana itu tidak serta merta bisa langsung direalisasikan. Proses pengajuan PMN ini perlu mendapat persetujuan Komisi VI DPR. "Untuk dana pembangunan runway dan cross taxiway, itu juga tergantung persetujuan DPR," jelas dia.
Sementara itu, Direktur AP II yang baru Djoko Murjatmodjo menambahkan, pihaknya masih melakukan kajian untuk menentukan kebutuhan dana pembangunan runway ke-3 dan cross taxiway, guna meningkatkan frekuensi lepas landas (take off) dan mendarat (landing) pesawat di Bandara Soetta.
"Kita akan cari dahulu data yang akurat. Kita identifikasi masalah tanah dan lainnya. Ya kami akan mendata terlebih dahulu soal cross dan runway. Itu prioritas kita," katanya.