Kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi uang elektronik

Manfaat transaksi dari pembayaran non tunai itu jauh lebih besar daripada transaksi tunai.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi uang elektronik
Ilustrasi mesin ATM. ©Shutterstock/Rafael Ramirez Lee

Joko sering khawatir jika sedang berpergian menggunakan kereta api dengan membawa uang tunai akan tercecer atau ada orang yang berniat jahat karena jarak yang di tempuh Jakarta - Yogyakarta lumayan jauh. Sebagai pengusaha batik, Dia sebulan sekali berangkat ke Yogyakarta untuk membeli batik langsung dari kota gudeg tersebut, biasanya Joko dengan penjual langsung melakukan transaksi melalui pembayaran tunai."Andai saja saya dan penjual ini bertransaksi dengan ATM, bisa langsung transfer tanpa harus repot bawa uang banyak dan saya pun tidak khawatir di jalan," ucap Joko dibenaknya.Kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia dalam perniagaan (jual beli) memang masih menggunakan transaksi tunai, edukasi dan sosialisasi masih perlu ditingkatkan untuk beralih kepada transaksi non tunai.Karena dengan membawa uang tunai risikonya lebih besar ketimbang lewat pembayaran via elektronik. Penggunaan uang elektronik tidak hanya sebatas praktis dan efisien, lebih dari itu transaksi keuangan secara elektronik pun lebih aman mengurangi tingkat risiko kejahatan.Pembayaran via uang elektronik pun sudah diterapkan pihak PT.KAI dengan tujuan mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Sekaligus memudahkan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) yang hendak menitipkan kendaraannya, dengan menerapkan sistem electronic parking (e-parking) pada 23 lokasi parkir Stasiun yakni di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menjelaskan aplikasi sistem ini (e-parking) menjadi salah satu upaya untuk menurunkan sirkulasi uang tunai."Di parkiran stasiun banyak sekali sepeda motor yang parkir, begitu pun mobil yang tidak kalah banyak jumlahnya, Ngantrenya pasti lama kalau pakai sistem tunai. Belum harus kembalian dan lain sebagainya," tukas Edi.E-parking ini memanfaatkan TapCash dari BNI, dan e-money dari Bank Mandiri. Dengan sistem baru ini, diharapkan arus pengguna stasiun makin lancar.Menurut Dia, Sistem e-parking baru diberlakukan di Jabodetabek saja, kedepannya mungkin bisa kita terapkan di tiap stasiun."Nanti kita pikirkan, apakah juga bisa untuk luar Jabodetabek," imbuhnya.Sekarang baru 23 stasiun, sambung Ia, Itu kita seleksi, nanti bertahap. Paling memungkinkan di Stasiun Bandung, Surabaya dan Yogyakarta," jelasnya."Saat ini transaksi nontunai di PT KAI mencapai angka Rp5 miliar sampai Rp7 miliar. Jumlah ini masih kecil dibandingkan total transaksi tunai di PT KAI atau baru mencapai 30 persen," tandasnya."Untuk penumpang sudah sampai 70 persen," imbuhnya.Kedepannya, Dia berharap masyarakat Indonesia sudah bisa beralih dari transaksi tunai ke non tunai karena manfaat dari pembayaran non tunai itu jauh lebih besar daripada transaksi tunai.

Rekomendasi