Proses Seleksi Pejabat Tinggi di lingkungan Kementerian Keuangan menuai kritik dari beberapa pihak. Terutama, untuk posisi Dirjen Pajak Kementerian Keuangan. Saat ini peserta yang berebut kursi dirjen pajak mencapai 28 orang.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro membela diri. Dia mengklaim, proses lelang jabatan atau seleksi terbuka yang dijalankan Kemenkeu adalah satu-satunya cara mendapatkan pejabat yang bagus dan berintegritas.
"Kalau saya lihat bagus-bagus saja, sekarang pakai cara apa? itu sudah paling terbuka dan prosesnya lihat di website," ujar dia usai acara serah terima jabatan Dirjen Pajak di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (01/12).
Bambang menegaskan kursi Dirjen Pajak sangat prestisius dan tidak bisa diduduki orang sembarangan. Karena itu seleksi harus dilakukan dengan proses ketat.
"Masalahnya ini jabatan senior bukan pekerjaan mudah. Teknisnya lebih detail dan kita mencari the best. Target kita akhir bulan bisa dibawa ke presiden," ucapnya.
Sebelumnya, Ekonom dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Mangasa A Sipahutar menilai proses lelang jabatan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), untuk posisi calon Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak menggugurkan asumsi bahwa pegawai di Kemenkeu memiliki kompetensi memadai.
Dia menilai, sistem ini menunjukkan tak ada sumber daya manusia (SDM) yang memadai di lingkungan Kemenkeu.
"Dalam kaitan itu, apabila organisasi membuka lowongan kerja atau lelang, maka gugurlah asumsi yang mengatakan, bahwa di dalam organisasi itu memiliki SDM yang kompetensinya bagus. Tidak perlu dibuat pansel (panitia seleksi), kalau ada di lingkungan tersebut yang kompetensinya bagus," ujarnya di Warung Daun Cikini, Jakarta, Minggu (23/11).