Djoko Kirmanto: Di Indonesia banyak sungai koma

Indonesia memiliki cadangan air hingga 3.900 miliar meter kubik per tahun tapi langsung dibuang ke laut.

Moch Wahyudi
Oleh Moch Wahyudi - Reporter
Djoko Kirmanto: Di Indonesia banyak sungai koma
arus deras sungai ciliwung. ©2013 Merdeka.com/ramadhian

Indonesia disebut memiliki cadangan air hingga 3.900 miliar meter kubik per tahun. Ini merupakan cadangan air terbesar kelima di dunia. Namun, cadangan air sebesar itu, baru 17,7 persen yang digunakan. Dengan kata lain, sebagian besar cadangan langsung mengalir ke laut tidak termanfaatkan.

"Banyak sungai di Indonesia sakit koma, bahkan mati suri. Ini karena perbedaan antara debit maksimum dengan minimumnya terlalu jauh," kata mantan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat menjadi pembicara "Indonesia Water Learning Week 2014", Jakarta, Senin (24/11).

Menurutnya, debit air sungai tak pernah merata sepanjang tahun. Ini lantaran siklus hidrologi di Indonesia tidak normal. Di mana, air berasal dari hujan langsung mengalir ke laut tanpa terserap terlebih dulu.

"Jadi tidak sempat digunakan, airnya langsung ke laut, bahkan mengalirnya itu bisa membawa rumah dan barang-barang lainnya," kata Djoko. "Untuk itu, daerah tangkapan air di hutan gundul harus diperbaiki."

Dia mengungkapkan, banyak persawahan mengandalkan debit air sungai. Luasan sawah irigasi teknis mencapai 7,4 juta hektar dan hanya 10 persen diantaranya mendapat pasokan air dari waduk sepanjang tahun.

"Yang 10 persen itu saya yakini tak bisa meningkat menjadi 100 persen, karena tidak semua sungai bisa dibangun waduk. Namun, masih banyak waduk harus dibangun."

Rekomendasi