Menteri BUMN, Rini Soemarno bercerita mengenai pengalamannya berkunjung ke PT Bukit Asam Tbk di Lampung beberapa hari lalu. Dalam kunjungan ini, Rini baru mengetahui kalau Bukit Asam mempunyai kelebihan pasokan listrik sekitar 10 megawatt.
Rini mengaku lucu karena selama ini kelebihan kapasitas listrik di Bukit Asam ini tidak dimanfaatkan atau dijual ke PLN. Padahal masyarakat sangat kekurangan listrik.
"Waktu sampai di sana, kita diskusi dan ada sesuatu yang lucu kalau mereka cerita bahwa sebenarnya kan Lampung kurang listrik, namun mereka bilang ada kelebihan listrik. Sebab, mereka punya PLTU sendiri dengan kapasitas 16 megawatt," ucap Rini di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (14/11).Rini menjelaskan, dari total kapasitas listrik yang dimiliki, Bukit Asam hanya menggunakan sekitar 4 - 6 megawatt. Melihat kondisi seperti ini Rini langsung membereskan dengan menghubungi Menteri ESDM Sudirman Said dan Direktur Utama PLN Nur Pamudji agar kelebihan kapasitas ini bisa dimanfaatkan."Sehingga sekitar 10 MW bisa dijual, tetapi, penjualan ini kok tidak bisa-bisa, saya tanya kenapa tidak bisa? mereka bilang mesti begini meski begitu lah dan alhamdulillah lah, sekarang kan sudah bisa telepon-teleponan dengan Menteri ESDM Sudirman dan dirut PLN," tegas Rini.
Rini mengakui, selama ini PLN tidak mengetahui kalau Bukit Asam mempunyai kapasitas listrik berlebih. Setelah melakukan komunikasi, maka perseroan sudah dapat menjual kelebihan listrik ke PLN.
"Dan ternyata dirut PLN juga tidak tahu ada kondisi seperti ini, jadi, laporannya hari ini PTBA sudah bisa jual kelebihan listrik ke PLN. Berarti lampung bisa dapat tambahan pokoknya sampai 10 MW," tegasnya.Dalam kunjungan ini, Rini juga bercerita bahwa crane milik PTBA yang di kawasan Pelabuhan Panjang, Lampung tidak dapat dioperasikan. Hal ini terjadi karena tidak ada pasokan listrik. Bukit Asam tidak bisa mengaliri listrik dari pembangkit ke pelabuhan.
"Lalu, saya ke Pelabuhan Panjang dan ternyata, ada crane yang tidak bisa dioperasikan karena listriknya tidak ada. Padahal jarak antar Pelabuhan Panjang dan PTBA tidak jauh lah ya. Sebetulnya PTBA ada lebih namun harus melalui PLN, tetapi PLN tidak terima sehingga tidak masuk," tutupnya.