PT Freeport Indonesia kembali menjadi sorotan setelah tambang yang dikelolanya di West Muck Bay, Tembagapura, Timika, Papua longsor dan menewaskan satu pegawainya akhir pekan lalu. Menteri Perindustrian MS Hidayat meminta Freeport lebih peduli pada faktor keamanan di sekitar tambang.
"Kita imbau Freeport untuk lebih bisa cermat mengamankan," ungkap Hidayat di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin (15/9).
Hidayat meminta ada sanksi tegas atas kejadian ini. "Iya, saya kira mesti (diberikan sanksi). Kalau soal keselamatan itu nomor satu jadi harus ada sanksi," tegasnya.
Hidayat memberikan bocoran, longsor itu terjadi karena saat ini Freeport tengah menggarap megaproyek bawah tanah. "Itu nilainya miliaran dolar. Jadi harusnya lebih cermat dalam mengamankan," katanya.
Sebelumnya, Akhir pekan lalu, tepatnya Jumat (12/9), tambang bawah tanah Grasbrg Block Cave yang dikelola PT Freeport Indonesia kembali mengalami longsor dan memakan korban.
Sebagian badan dari alat Jumbo Drill yang berada di lokasi kejadian tertimbun material yang berjatuhan. Brad Skinner yang merupakan operator Jumbo Drill berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan. Sedangkan salah satu pegawai, Boby tidak dapat menyelamatkan diri dan tertimbun material yang berjatuhan.
Boby yang berumur 33 tahun, meninggalkan seorang istri dan anak. Boby merupakan pekerja dari kontraktor PTFI, PT Redpath, dan telah bekerja di area tambang di Papua sejak tahun 2011.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM mengaku telah mengetahui peristiwa runtuhnya tambang bawah tanah Freeport. Pihak ESDM langsung mengirim tim investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian itu.
Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Sukhyar mengatakan, tim investigasi telah berangkat ke Papua sehari setelah kejadian, saat ini tim tersebut masih bekerja.
"Kita sudah kirim tim kesana dan sekarang belum selesai masih di sana," kata Sukhyar ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Senin (15/9).
Tim investigasi masih bekerja dan diperkirakan baru bisa memberikan laporan satu pekan ke depan. Setelah melakukan investigasi, pemerintah akan memberikan rekomendasi dan jika terdapat kelalaian instansinya akan memberi teguran keras.
"Sebenarnya semua kejadian itu diinvestigasi kemudian rekomendasi supaya lokasi tersebut diperkuat kalau slotnya tidak stabil itu dilakukan. Kan mereka akan mengembangkan underground lebih dalam, kan kita lihat kelayakan dokumen mereka buat, kalau ada kelalaian ada rekomendasi lebih kencang," katanya.
Dalam keterangan PT Freeport, pada hari Jumat pukul 23:30 waktu Indonesia Timur, terjadi ground failure di area West Muck Bay di area tambang bawah tanah Grasbrg Block Cave.
Tim Gabungan Underground Mine Rescue dan Emergency Preparedness & Response Group PTFI segera diterjunkan saat kejadian terjadi dan terus bekerja tanpa mengenal lelah untuk membersihkan reruntuhan walaupun mereka menghadapi kondisi yang sulit di lokasi kejadian. Namun, saat mereka berhasil menemukan Boby, rekan kami ini sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Jenazah Boby kemudian segera dibawa ke rumah sakit di mile 68 dan diterbangkan ke airport Timika pagi ini. Pada jam 11 hari ini jenazah sudah diterbangkan menggunakan pesawat charter dengan tujuan ke Bandara Halim dimana di sana sudah menunggu sebuah ambulance yang akan membawa jenazah rekan kami ini ke keluarganya yang bertempat tinggal di kawasan Garut, Jawa Barat.