Solar paling banyak diselundupkan karena untung besar

penyelundupan solar subsidi mendatangkan keuntungan Rp 6.000 per liter.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Solar paling banyak diselundupkan karena untung besar
kapal mt guning geulis pertamina. ©2014 merdeka.com/angga yudha pratomo

Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswo Utomo tidak menampik kenyataan sampai saat ini masih banyak terjadi penyelundupan BBM subsidi. BBM subsidi yang banyak diselundupkan adalah jenis solar.

Alasannya soal disparitas atau perbedaan harga solar subsidi dan solar nonsubsidi yang sangat tinggi. Susilo menyebut, penyelundupan solar subsidi mendatangkan keuntungan Rp 6.000 per liter atau sebesar perbedaan harga solar subsidi dan nonsubsidi.

"Sekarang disparitas Rp 6.000. Nanti bisa dibagi, pelicin pelicin oli tadi. Masih untung banyak," ucap Susilo di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (10/9).

Untuk meminimalisir pergerakan penyelundupan solar pihaknya meminta Pertamina untuk fokus pemasangan RFID di daerah pertambangan. Karena hal ini juga pemasangan RFID di Jakarta ditinggalkan. Dia punya alasan sendiri. "Di Jakarta itu tidak ada penyelundupan," tutupnya.

Untuk penegakan hukum, pihaknya sudah meminta aparat kepolisian menghukum seberat beratnya mafia migas yang melakukan penyelundupan. Penyelundupan ini banyak terjadi di daerah tambang seperti di Kaltim, Kalbar, Sulteng, Riau, Sumsel.

"Kita juga sudah fokus pemasangan RFID di sana. Tapi masyarakat kita itu kreatif dan inovatif sekali dalam melanggar," tegasnya.

Rekomendasi