Pengamat: Jangan ada titipan calon dirut Pertamina

Tiga pejabat yang diwacanakan sebagai pengganti Karen dinilai tidak memiliki kapabilitas.

Moch Wahyudi
Oleh Moch Wahyudi - Reporter
Pengamat: Jangan ada titipan calon dirut Pertamina
Dirut Pertamina nangis. ©2013 Merdeka.com

Pengamat Migas Yusri Usman mengingatkan bahwa pencarian pengganti Karen Agustiawan sebagai dirut PT Pertamina harus terbebas dari pesanan berbagai pihak berkepentingan. Mengingat, Pertamina merupakan salah satu BUMN strategis yang memiliki peran vital dalam memenuhi hajat hidup masyarakat Indonesia."Sebenarnya sama saja calon dari internal atau eksternal. Tapi ya itu, tidak boleh dapat titipan dari banyak pihak," katanya di Jakarta, Senin (25/8).Selain itu, berkembang wacana bahwa pengganti Karen adalah satu dari tiga pejabat senior Pertamina. Yakni, Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya, Direktur Gas Hari Karyuliarto, dan mantan Direktur Pemasaran dan Niaga Ahmad Faisal.Terkait wacana itu, Yusri beranggapan bahwa ketiganya tidak memiliki kapabilitas menggantikan Karen. Dua nama pertama disebut Yusri dekat dengan mafia migas."Apa cocok calon dirut Pertamina nantinya adalah orang yang berurusan dengan jual migas ke para trader. Seharusnya mereka kan fokus dalam meningkatkan kecukupan migas nasional, bukan malah berurusan dengan para trader untuk berbagai kepentingan," katanya.Begitu pula dengan Ahmad Faisal. Menurut Yusri sulit dibayangkan jika orang nomor satu Pertamina mendapat banyak intervensi dan titipan dari pihak luar.Sebelumnya, Kepala Pengkajian Energi Universitas Indonesia Iwa Garniwa mengatakan, orang luar Pertamina juga seharusnya  bisa diberi kesempatan untuk memimpin Pertamina. Asalkan, dia punya mental kuat dan kemampuan mengelola perusahaan BUMN dengan aset terbesar."Oleh karena itu dirut baru Pertamina sebaiknya dari luar yang mempunyai komitmen kuat, konsisten dan paling utama berani merombak manajemen Pertamina," katanya.

Rekomendasi