Garap tiga mega proyek, Inalum butuh dana USD 1,9 miliar

Mega proyek ini untuk meningkatkan kapasitas produksi alumunium ingot agar bisa mencapai 500.000 ton pada 2019.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Garap tiga mega proyek, Inalum butuh dana USD 1,9 miliar
Pabrik Inalum. ©2014 Merdeka.com

PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) saat ini sudah resmi menjadi perusahaan BUMN. Inalum kini mulai melakukan ekspansi bisnis dan menyusun rencana kerja untuk menaikkan kapasitas produksi.

"Kita setelah jadi BUMN kinerja harus lebih bagus produksi, pengembangan SDM, itu yang diharapkan," ujar Direktur Utama Inalum Winardi di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Jumat (13/6).

Untuk menggenjot peningkatan produksi, pihaknya telah menyusun rencana membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pengembangan pelabuhan serta membangun smelter. Semua ini dilakukan agar kapasitas produksi alumunium ingot bisa mencapai 500.000 ton pada 2019.

"Kita akan kerja sama dengan perusahaan lain alumina yang mengolah biji bauksit menjadi alumina. Itu kan sudah mulai dari sekarang. Dan kita harapkan 2019 nanti untuk peningkatan kapasitas harus sudah selesai," tegasnya.

Untuk mengerjakan tiga mega proyek tersebut, Inalum membutuhkan investasi tidak sedikit. Nilainya ditaksir mencapai USD 1,9 miliar. Dana ini nanti akan diambil dari kas perusahaan sebesar 35 persen. Sisanya berasal dari sumber dana lain seperti pinjaman. Saat ini cash internal Inalum mencapai kurang lebih USD 400 juta.

"Sekitar itulah, tapi kan kita belum melakukan studi kelayakan. artinya baru justifikasi second profesional kita hanya perkiraan. Prosesnya masi panjang. Kita juga simpanan dana juga masih banyak, jadi kita persiapkan."

Pada 2013 kapasitas produksi alumunium ingot Inalum mencapai 260.000 ton. Angka ini meningkat 4 persen jika dibandingkan 2012. "Ini cukup bagus. artinya dengan kapasitas yang sama kita bisa naik. Tiap tahun harus meningkat," tutupnya.

Rekomendasi