Kenapa tarif listrik rumah tangga harus naik lagi?

Pemerintah, harus memangkas volume subsidi dari 48 juta kilo liter menjadi 45 juta kilo liter.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Kenapa tarif listrik rumah tangga harus naik lagi?
Kenapa tarif listrik rumah tangga harus naik lagi?

Pekan ini, pemerintah terus melobby Dewan Perwakilan Rakyat untuk menyetujui perubahan asumsi makro dan pemangkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Rp 100 triliun. Jika tidak dipangkas, negara defisit lebih dari 2,5 persen jauh dari yang dipatok aturan.Alasan pemangkasan, beban subsidi bahan bakar minyak yang digunakan masyarakat dan pembangkit listrik melonjak tajam akibat nilai tukar rupiah yang melonjak. Pemerintah, harus memangkas volume subsidi dari 48 juta kilo liter menjadi 45 juta kilo liter.Selain pemangkas volume, langkah yang diambil pemerintah adalah menaikkan tarif listrik sampai mendekati harga keekonomian alias sesuai harga pasar. Paling awal, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 9 Tahun 2014 yang ditetapkan kenaikan tarif listrik untuk dua golongan pelanggan.Golongan pertama adalah pelanggan I-3 atau industri dengan daya di atas 200.000 watt yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Yang kedua, pelanggan I-4 atau industri dengan daya 30.000 watt ke atas. Untuk golongan I-3 perusahaan terbuka naik 8,6 persen per dua bulan dan golongan I-4 naik 13,3 persen per dua bulan.Selanjutnya, setelah pemerintah menaikkan tarif listrik industri atau pengusaha, para pelanggan rumah tangga pun kembali akan merasakan beban kenaikan yang lumayan.

Pengenaan tarif tinggi, pada pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 watt, diklaim pemerintah bisa menghemat anggaran subsidi listrik mencapai Rp 1,8 triliun. "Ini naiknya kecil, kalau 6.000 watt naiknya besar dulu," Ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik tanpa menyebut besaran tarif, di DPR-RI, Jakarta, Selasa (3/6).Kenaikan akan dilakukan dalam waktu sisa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Pemerintah segera mengajukan permohonan kenaikan pada Dewan Perwakilan Rakyat."Sebelum pemerintahan selesai kita akan naikkan," katanya. Jero mengharapkan kenaikan listrik membuat konsumen rumah tangga bisa menghemat penggunaan listrik dan mematikan penggunaan barang elektronik seperti televisi dan AC saat tidak diperlukan."Tapi sebaiknya sekarang juga sudah dihemat.

Rekomendasi