PT Dirgantara Indonesia bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berencana memproduksi pesawat penumpang tipe N219. Pesawat berkapasitas 19 kursi itu bakal difokuskan untuk melayani penerbangan perintis.
"Makanya di design tidak terlalu besar dan hanya berkapasitas 19 penumpang," jelas Manajer Program N219 PT DI Budi Sampurno usai diskusi bertajuk "Membangunkan Kembali Industri Dirgantara Nasional-Kemandirian Teknologi Menuju Indonesia Maju" di Gedung Joang '45, Jakarta, Sabtu (24/5).
Dia menjelaskan nama N219 dipilih lantaran mewakili karakter pesawat. Huruf "N" berarti "Nusantara, angka "2" merujuk kepada jumlah mesin dan "19" menandakan kapasitas.
"Sekarang baru fase design kemudian mulai Juli 2014 baru akan dibuat komponen. Setelah selesai dibangun, nanti di akhir 2015 juga akan first flight," katanya.
Dia menambahkan, pihaknya akan memproduksi empat pesawat. Sertifikat kelayakan terbang akan diupayakan untuk diperoleh pada masa uji terbang akan dilakukan sepanjang 2016.
"Baru di tahun 2017 kita akan lakukan produksi massal dengan target 12 unit pesawat per tahun."
Satu unit pesawat N219 dibandrol seharga USD 5 juta. "Kita juga mendesain pesawat ini mampu diterbangkan single pilot. Panel-panel yang ada dikokpit tidak akan sebanyak di kokpit pesawat biasanya," pungkasnya.