Karyawan swasta dominasi pemudik Indonesia

Menurut Kemenhub, pekerja berpenghasilan Rp 3 juta sampai Rp 5 juta memiliki kecenderungan untuk melakukan mudik.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Karyawan swasta dominasi pemudik Indonesia
Pemudik sepeda Motor. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Dalam rangka menyambut masa mudik saat Lebaran, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan survei untuk memetakan karakteristik para pemudik. Hasil survei mengungkapkan karyawan swasta mendominasi pemudik di Indonesia.Survei ini dilakukan terhadap 15.000 responden di 12 provinsi pada 7 Maret-31 Maret 2014.Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan di Kementerian Perhubungan Elly Adrian Sinaga mengatakan, dari 15.000 responden, sebanyak 28,3 persen merupakan pemudik karyawan swasta. Kemudian 27,1 persen merupakan wirausaha, 17 persen PNS termasuk polwan, dan 10 persen merupakan pelajar atau mahasiswa. Sementara, dari segi pendapatan, pemudik dengan penghasilan Rp 3 juta sampai Rp 5 juta menempati urutan tertinggi yakni 44 persen. "Paling banyak melakukan mudik adalah karyawan swasta," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (12/5).Survei ini, lanjutnya, dilakukan untuk melihat potensi jumlah pemudik, pelaksanaan mudik, karakteristik pemudik, potensi dan profil pemudik, pemakaian moda transportasi, puncak arus mudik dan balik, pembebanan perjalanan, pendapat masyarakat tentang mudik gratis, kajian penggabungan sekolah dan libur lebaran. Tujuan survei ini untuk melihat jumlah penduduk yang mudik di 12 provinsi dan melihat pola pergerakan mudik.12 provinsi tersebut yakni Sumatera Utara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Rekomendasi