Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) menilai potensi industri keuangan syariah masih besar untuk menunjang perkembangan ekonomi nasional. Sejauh ini, pasar perbankan syariah masih di bawah 5 persen.
"Diharapkan keuangan syariah secara menyeluruh bisa 5-7 persen, potensi sangat besar," ujar Deputi Komisioner OJK , Bidang Pengaturan dan Pengawasan Perbankan, Mulya E. Siregar di Gedung OJK , Jakarta, Jumat (9/5).
Daya saing perbankan syariah perlu didorong untuk terus bertumbuh, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian. Untuk memperluas industri keuangan syariah, pihaknya sudah bekerja sama dengan 5 kota industri.
"OJK sendiri terus mendorong penetrasi perbankan syariah dengan rutin menggelar iB Vaganza dengan bekerja sama dengan industri," jelas dia.
Hasilnya, ada tambahan 99.000 rekening baru dengan dana terkumpul mencapai Rp 321 miliar dan pembiayaan baru sebesar Rp 212 miliar.
Selain mendorong dari sisi bisnis, pengaturan dan pengawasan, OJK tengah menyusun permodalan dan manajemen risiko berdasarkan risk based bank rating (RBBR).
"Kami juga tengah mengkaji-ulang penerapan kewajiban penyediaan modal minimum atau rasio kecukupan modal (CAR) perbankan syariah," ungkapnya.