PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 247,12 triliun pada kuartal I-2014. Tumbuh sebesar 23,3 persen ketimbang realisasi penyaluran kredit pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 200,50 triliun.
Dari penyaluran kredit sebesar Rp 247,12 triliun, sekitar Rp 184,12 triliun (66 persen) mengalir ke delapan sektor unggulan. Periode sama tahun sebelumnya hanya sebesar Rp 146,88 triliun.
"Kucuran kredit perseroan tetap fokus pada kredit consumer banking, dimana hingga kuartal I-2014 mencapai Rp 54,78 triliun," ujar Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, di Jakarta, Selasa (29/4).
Dia menjelaskan kredit konsumer difokuskan pada pembiayaan perumahan. Porsi kredit perumahan ini sebesar 58,6 persen dari total kredit konsumer pada kuartal I-2014.
Adapun delapan sektor unggulan tersebut terdiri dari migas dan pertambangan, informasi dan telekomunikasi, kimia, agrukultur, makanan dan minuman, ritel dan grosir, kelistrikan dan rekayasa, serta konstruksi.
"Porsi kredit terbesar yang disalurkan pada 8 sektor unggulan berupa sektor ritel dan grosir sebanyak 19 persen dan agrikultur sebesar 14 persen," jelas dia.