Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus menyempurnakan rencana penerapan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) ponsel impor. Kemendag saat ini sedang menghitung dampak dari implementasi kebijakan tersebut nantinya.Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi mengatakan kebijakan pengenaan PPnBM untuk ponsel ini berdampak sangat luas. Bayu tidak mau kebijakan ini nantinya malah merugikan Indonesia."Ini harus sangat hati-hati, jangan sampai merugikan kepentingan kita. Yang jelas kebutuhan ada, kemungkinan penerapan kebijakan ada, tinggal bagaimana penerapannya, apakah diterapkan atau tidak, kapan, untuk jenis apa. Sedang kita hitung," ucap Bayu di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (22/4).Menurut Bayu, Indonesia merupakan pasar ponsel pintar yang besar. Kebutuhan ponsel pintar saat ini sudah sangat signifikan."Begitu bergunanya semuanya sehingga butuh untuk sehari-hari. Malah sekarang orang lebih baik ketinggalan dompet dari pada ketinggalan HP. Jadi semua kita perhitungkan," tutupnya.Namun sayangnya, kebutuhan ponsel dalam negeri saat ini dipenuhi dari ponsel impor. "Apa yang kita lakukan, apakah kita biarkan? Masa hanya impor saja, kita ingin mengembangkan industri dalam negeri. Ini bagaimana caranya sedang kita rumuskan," tutupnya.
Wamendag: Orang lebih baik ketinggalan dompet dari pada HP
Kemendag saat ini tengah mengkaji dampak dari pengenaan PPnBM terhadap kebutuhan ponsel masyarakat.
Advertisement
Rekomendasi