Dominasi peran Pulau Jawa pada pertumbuhan sektor industri semakin menurun. Pulau Jawa hanya menyumbang 6,20 persen pada pertumbuhan industri.
Di lain pihak, pertumbuhan industri cukup baik justru terjadi di luar Pulau Jawa. Pada 2008, pertumbuhan industri di luar Jawa hanya 24,63 persen. Tahun lalu tumbuh menjadi 28,05 persen.
"Artinya, industri sudah bergeser ke luar Jawa," ujar Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun dalam diskusi dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Kemayoran, Jakarta, Senin (14/4).
Alex mengatakan tren pertumbuhan ini muncul lantaran Pulau Jawa sudah tidak memungkinkan lagi untuk dibangun industri. Penyebabnya, daya dukung di Pulau Jawa mengalami penurunan.
"Orang semakin sulit membuka lahan baru untuk industri. Kalau terus dibuka, maka produksi sektor pertanian akan semakin sulit," kata dia.
Selanjutnya, kata Alex, sektor industri di luar Jawa mampu menyumbang perekonomian nasional sebesar 6,31 persen, lebih tinggi dibanding Pulau Jawa. Atas hal itu, dia menjelaskan, tidak ada pilihan lain untuk mengembangkan industri harus di luar Pulau Jawa.
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan kemampuan daerah harus terus dikembangkan agar dapat menunjang pertumbuhan industri.
Menurut dia, jika daerah dapat menangkap peluang dengan berpartisipasi dalam pembangunan industri nasional, maka hal itu dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi daerah yang bersangkutan.
"Daerah harus mampu mengembangkan perekonomiannya agar berkontribusi positif bagi perekonomian nasional dan tentunya kita harapkan upaya tersebut dapat membuka kesempatan kerja yang tinggi sehingga kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan," pungkas Suryo.