Bappenas: Mati hidupnya mobil listrik di tangan Kemenristek

Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida mengaku heran dengan kelanjutan pengembangan mobil listrik yang tidak pasti.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Bappenas: Mati hidupnya mobil listrik di tangan Kemenristek
Mobil listrik. ©2013 merdeka.com/idris rusadi putra

Nasib dan masa depan pengembangan mobil listrik di Indonesia belum jelas. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyatakan, rencana pengembangan mobil listrik sepenuhnya berada di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi.

Beberapa model mobil listrik sudah dilahirkan dan tengah menjalani uji kelayakan di Kemenristek sebelum dinyatakan layak jalan. "Sekarang itu kan di Menristek, ada target, termasuk portotipe," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana di kantornya, Jakarta, kemarin.

Namun, hingga saat ini tidak ada kelanjutan dan kejelasannya. Armida mengaku heran dengan kelanjutan pengembangan mobil listrik yang tidak pasti. Padahal, rangkaian uji coba dan sosialisasi telah dilakukan. "Macam gitu tuh, mau lanjutkan atau tidak itu enggak tahu," ucapnya heran.

Armida menuturkan, kepastian kelanjutan pengembangan mobil listrik ada di tangan pemerintah selanjutnya. "Kalau ke depan enggak tahu, kan belum tahu siapa presidennya," jelasnya.

Ketidakjelasan masa depan pengembangan mobil listrik di Indonesia membuat salah satu pencetus mobil listrik Selo dan Gendis, Ricky Elson harus kembali bekerja sebagai kepala divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-Kuzetonoshiro cho388, Jepang. Pria asli Minangkabau ini telah 3 tahun mencoba mengembangkan mobil listrik di dalam negeri namun belum ada titik terang.

"Ya saya memang lagi berpikir bagaimana bisa dapat bertahan disini (Indonesia) bersama teman-teman di Ciheras. Di samping itu, saya harus kembali ke Jepang, jika tidak maka konsekuensi saya harus resign dari perusahaan itu," Jelas Ricky kepada merdeka.com.

Kekecewaan terhadap ketidakjelasan pengembangan mobil listrik pernah diutarakan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Selama ini Dahlan berada di garda depan dalam mempopulerkan keberadaan mobil listrik karya anak bangsa. Ambisinya menjadikan generasi mobil listrik sebagai mobil nasional.

November tahun lalu Dahlan sumringah setelah mendapat sinyal positif dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Sebab sertifikat layak jalan untuk mobil listrik dikabarkan bakal segera dikeluarkan oleh Kementerian yang dipimpin oleh Gusti Muhammad Hatta tersebut. Bahkan, Dahlan mempercayai janji Kemenristek untuk mengawal mobil listrik sampai ke tingkat industri.

Saat itu dia juga sesumbar bahwa peraturan mobil listrik akan segera keluar. Ternyata jauh panggang dari api. Kemarin Dahlan tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap Kemenristek. Salah satu alasannya tentu saja soal mobil listrik yang hingga saat ini tak jelas nasibnya.

Kepada sejumlah awak media Dahlan menceritakan kunjungannya ke Kemenristek. Awalnya dia mengaku hanya ingin melihat perkembangan proses uji kelayakan terhadap mobil dan bus listrik yang ada di Kemenristek. Sesampainya di sana Dahlan harus menerima kenyataan pahit yang membuatnya kecewa.

"Saya ngelus dada lihat barisan bus listrik tanpa kejelasan. Hampir 2 tahun terkatung-katung gimana peraturan mobil listrik sebetulnya. Ke sana untuk tombo kangen. Mau mengendarai, tidak bisa," ujar Dahlan saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (11/3).

Wajar jika Dahlan kecewa. Sebab, selama ini dia selalu berada di garda terdepan untuk mendorong eksistensi dan keberadaan mobil listrik. Bukan hal mudah untuk mempopulerkan dan meyakinkan banyak pihak mengenai keberadaan mobil listrik.

Dahlan juga pantas kecewa lantaran koleganya di pemerintahan seolah tidak serius mempercepat proses uji kelayakan agar mobil listrik bisa segera diproduksi massal. Mantan Dirut PLN ini mengaku tidak diam saja dengan kondisi tersebut. Dia mengaku sudah berkali-kali melayangkan surat secara pribadi kepada Menristek untuk dilakukan uji coba. Tetapi, hingga saat ini belum mendapat tanggapan.

Dahlan mengakui usahanya untuk mendorong Kemenristek agar mempercepat proses uji kelayakan belum membuahkan hasil. "Saya sudah kirim surat pribadi sebagai salah satu orang yang bisa kendarai mobil listrik sebagai uji coba. Sampai sekarang tidak dibalas. Saya sudah sms, telepon, sudah," jelasnya.

Rekomendasi