Demi ekspansi bisnis, sudah 5 tahun BTPN tak bagi keuntungan

Perseroan akan mengimplementasikan Basel III pada 2016 mendatang.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Demi ekspansi bisnis, sudah 5 tahun BTPN tak bagi keuntungan
BTPN Sinaya. Merdeka.com/Dwi Narwoko

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) kembali berencana tidak membagi dividen kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2013.Direktur Keuangan BTPN Arief Harris Tandjung mengatakan, perseroan sudah lima tahun tidak membagikan dividen lantaran dana tersebut masih digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan."Tahun ini tahun buku 2013, kemungkinan tahun depan kita bagi dividen. Selama 5 tahun kita gak bagi dividen, kita gunakan untuk pengembangan usaha," jelas Arief di Oakwood, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (18/2).Menurut Arief, para pemegang saham menyetujui langkah perseroan tersebut lantaran perseroan akan mengimplementasikan Basel III pada 2016 mendatang. Dengan penerapan Basel 3, perseroan membutuhkan modal yang lebih besar ketimbang saat ini."Mereka tidak melihat hanya dari sisi bisnis. Kita akan implementasi Basel III tahun 2016. Tentunya bank akan jadi capital intensif. Tantangannya bagaimana bisa mempunyai modal yang bisa menopang pertumbuhan. Buffernya berlapis-lapis untuk membuat ketahanan industri," tutup Arief.Basel III merupakan standar global terbaru untuk pengaturan kecukupan modal dan likuiditas perbankan. Pada aturan ini bank diharuskan mempertahankan 4,5 persen saham umum dan 6 persen dari modal inti dari aset terbeban risiko.Basel III juga mengharuskan adanya penyangga tambahan seperti countercyclical buffer bebas. Di mana para regulator nasional bisa menetapkan modal tambahan 2,5 persen pada periode-periode pertumbuhan kredit yang tinggi. Rasio leverage sebesar 3 persen dan mensyaratkan dua rasio likuiditas turut tertuang dalam aturan ini.Basel III bertujuan meredam kondisi sektor finansial yang pro-siklikal dan mengurangi risiko sistemik dengan cara menyikapi permasalahan likuiditas.

Rekomendasi