Upah buruh naik, laba Indofarma turun Rp 60 miliar

Indofarma membidik potensi ekspor ke Timur Tengah, Afrika, dan Asean.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Upah buruh naik, laba Indofarma turun Rp 60 miliar
ilustrasi obat. © wired.com

Penaikan upah buruh membuat pendapatan PT Indofarma Tbk (INAF) merosot. Per September tahun ini pendapatan INAF hanya sebesar Rp 640,8 miliar, turun Rp 60 miliar ketimbang periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 701,5 miliar.

"Tahun ini pun kami di push oleh tenaga kerja di Kabupaten Bekasi yang meminta gaji Rp 2,9 juta sampai Rp 3 juta. Ini menjadi permasalahan industri di Bekasi, meminta gaji lebih besar dari Jakarta," kata Direktur Utama Indofarma Elfiano Rizaldi, saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (24/12).

Selain itu, penurunan laba juga disebabkan oleh produksi obat-obatan yang tidak maksimal pada semester I. Ini lantaran INAF sedang melakukan renovasi pabrik sejak Januari hingga Juli.

Direktur Keuangan Indofarma John Guntar Sebayang menambahkan, Harga Pokok Penjualan (HPP) obat juga mengalami penaikan. Ini sebagai akibat dari penaikan gaji pekerja dan harga bahan baku. "Efek penaikan dolar AS. Pasalnya bahan baku kita impor. Itu membuat kenaikan HPP," jelas John.

Terlepas dari itu, Elfiano menegaskan bahwa pihaknya tengah membidik potensi ekspor ke Timur Tengah, Afrika dan Asean. Untuk itu, INAF tengah memproses izin ekspor ke negara tujuan ekspor tersebut.

"Nah itu memerlukan waktu 1-2 tahun, jadi kalau belum ada registrasi belum bisa ekspor. Mudah-mudahan tahun depan sudah selesai."

Rekomendasi