Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014, pemerintah telah menetapkan target pencapaian lifting minyak sebesar 870.000 barel per hari (bph). Target tersebut jauh di bawah amanat dalam Instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2012 tentang peningkatan lifting minyak bumi hingga mencapai 1 juta barel pada 2014.
DPR membela pemerintah yang hanya menetapkan target lifting minyak 870.000 barel per hari. Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha melihat target lifting minyak dalam Rancangan APBN 2014 sangat realistis.
Alasannya, proyek Cepu yang diharapkan mampu meningkatkan produksi minyak, masih belum selesai tahun depan.
"Lifting itu harus realistis jadi cek nanti 870.000 itu apakah sudah mencantumkan potensi dari tambahan produksi di Cepu. Kalau itu belum, masih ada lebih dari potensi 870.000 barel per hari," ujar dia yang ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (20/8).
Menurutnya, target lifting minyak sebanyak 1 juta barel harus dilihat dari pencapaian-pencapaian produksi minyak yang mempunyai kontribusi besar. Semisal Chevron, Conoco Philips, ExxonMobil.
"Kalau untuk capaian 1 juta jadi tujuan kita tapi lihat lagi dari lapangan yang terutama punya kontribusi besar seperti Chevron, ConocoPhillips dan ExxonMobil," katanya.
Tahun ini, bisnis sektor migas diguncang kasus dugaan suap yang menyeret nama mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini.
Namun, dugaan suap dari perusahaan trading asing Kernel Oil Pte Ltd terhadap institusi atau lembaga bisnis hulu migas tersebut dipastikan tidak akan mengganggu lifting minyak yang tahun ini ditetapkan 840.000 barel per hari (bph).
Kepala SKK Migas Ad Interim Johanes Widjanarko mengatakan para KKKS atau pengusaha sektor migas selalu mengajukan rencana program selama satu tahun. Sehingga apabila ada masalah di tengah tahun, tidak akan mengganggu rencana kerja para KKKS untuk menggenjot produksinya.
"Kita harapkan tidak terganggu. Karena kan biasanya perencanaan program itu untuk satu tahun dan sekarang sudah ada di tengah tahun," kata Johanes beberapa waktu lalu.