Target pertumbuhan ekonomi 2013 sulit tercapai

Pemerintah berharap realisasi investasi dapat digenjot pada sisa triwulan III dan IV.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Target pertumbuhan ekonomi 2013 sulit tercapai
gedung bertingkat. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Perlambatan ekonomi dunia berimbas pada melambatnya perekonomian nasional. BPS melansir, sepanjang semester I 2013, laju pertumbuhan ekonomi di bawah level 6 persen. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengakui pertumbuhan ekonomi pada semester I tak sesuai harapan.

Dengan perkembangan tersebut, untuk mencapai target 6,3 persen di akhir tahun sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) nampaknya bakal sulit dipenuhi. Alasannya, kinerja ekspor masih sulit menjadi pendorong pertumbuhan.

"Memang sulit, tapi kita bertekad untuk mendekati target APBN, meski kita tahu kondisi dunia tidak mudah, pasar ekspor sedang turun, meski volume ekspor naik, tapi kita lihat harga komoditas kemarin turun," ujar Firmanzah di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Minggu (4/8).

Beberapa langkah antisipasi akan dilakukan pemerintah. Pertama, kata Firmanzah, mempercepat belanja pemerintah, khususnya serapan anggaran dari masing-masing kementerian pusat.

Dari pantauan Badan Pusat Statistik (BPS), pergeseran pemberian gaji ke-13 PNS pada bulan Juli, dari biasanya Juli, mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada semester I lalu.

Imbas kebijakan gaji ke-13 itu, konsumsi pemerintah hanya sebesar 2,13 persen pada triwulan II lalu. Capaian ini turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar 8,4 persen.

Kedua, pemerintah berharap realisasi investasi dapat digenjot pada sisa triwulan III dan IV oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Investasi kemarin kan (realisasi) triwulan II di atas Rp 96 triliun, triwulan III kita harap bisa lebih dari target BKPM mudah-mudahan bisa tercapai," ungkapnya.

Sesuai laporan BPS, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2013 hanya mencapai 5,92 persen, lebih rendah dari capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 6,32 persen.

Pantauan BPS sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia, yang memprediksi pertumbuhan 2013 di kisaran 5,8-6,1 persen.

Rekomendasi