Mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) akan dipasarkan mulai akhir tahun ini. Langsung menyambut peluang usaha itu, PT Robert Bosch telah melakukan kerja sama dengan pabrikan otomotif Jepang buat memasok produk-produk suku cadang.
Managing Director PT Robert Bosch Rudy Karimun mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah pemerintah dalam memproduksikan mobil murah dan ramah lingkungan tersebut. Apalagi, pemerintah memberikan insentif pajak untuk para produsen LCGC, termasuk industri komponen.
"Sejalan dengan produksi mobil di Indonesia akan tumbuh, utamanya dengan skema LCGC dan pada 2020 akan produksi 2,7 juta unit. Bosch bukan cuma suplai ke program ini tapi keseluruhan. Kita berkompetisi untuk dapat proyek. Ada komponen yang akan suplai ke LCGC. Pabrikan jepang rata-rata berpartisipasi," ujarnya dalam acara paparan kinerja di Hotel Le-meredien, Jakarta, Rabu (24/7).
Rudy mengakui program pengembangan mobil murah tersebut memang akan menambah produksi mobil yang cukup signifikan. Untuk itu, imbuh Rudy, pihaknya membuka peluang menawarkan komponen-komponen untuk para produsen LCGC lain, tak hanya dari Jepang. Syaratnya, mereka produsen mobil bonafide.
"LCGC memang menambah produksi mobil yang kita prediksi cukup signifikan. Pabrikan mobil bukan cuma harga, pabrikan yang kita tahu punya reputasi yang bagus dan tidak menerima komponen bermasalah," kata Rudy.
Sesuai PP Nomor 41 tahun 2013, produsen yang ingin memproduksi mobil murah dan ramah lingkungan akan mendapatkan insentif pajak asal melibatkan komponen pembentuk selain dari kelompok usahanya.
Pemerintah berharap kebijakan ini akan meningkatkan industri komponen di Tanah Air. Dari data Kementerian Perindustrian, sejak tahun lalu sudah ada 30 perusahaan komponen yang datang ke Indonesia. Sedangkan untuk 2013 dengan kebijakan LCGC, diperkirakan akan bertambah hingga 50 perusahaan.