PT Askes sampai saat ini masih menunggu keputusan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait rencana penjualan anak usahanya, PT InHealth Indonesia. Direktur Utama Askes Fahmi Idris mengatakan aksi korporasi ini diambil karena Askes akan menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di 2014.
"Kami menunggu keputusan dari BUMN boleh divestasi untuk berapa banyak," ujar Fahmi di Kantor Pusat PT Askes, Jakarta, Jumat (12/7).
Fahmi memastikan InHelath akan tetap dijual dengan porsi saham dilepas adalah sebesar 70 persen, sedangkan sisanya 30 persen masih dipegang oleh perseroan. "Kami akan lepas sebesar 70 persen, sedangkan 30 persen masih akan kami pegang sendiri. Untuk saham 30 persen itu sifatnya tertulis yah," ungkap Fahmi.
Hingga saat ini, perseroan masih menunggu persetujuan dari Kementerian BUMN untuk memuluskan rencana tersebut.
Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan rencananya melepaskan Inhealth yang merupakan anak usaha Askes saat BPJS mulai berjalan. Sebab, Askes akan berubah menjadi BPJS kesehatan dan tidak boleh mempunyai anak usaha.
Dahlan mengatakan akan melepaskan Inhealth kepada pihak swasta maupun BUMN yang mau mengambilnya sebagai anak usaha. Dahlan menyerahkan sepenuhnya wewenang untuk menjual Inhealth kepada Askes. Askes bisa menawarkan Inhealth dengan sistem tender dengan beauty contest.
Dahlan juga meminta Askes membolehkan Inhealth untuk melakukan due diligance dengan perusahaan yang ingin menawarnya.