Akhir April lalu, Trikomsel Pte. Ltd, anak perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki oleh PT Trikomsel Oke Tbk (Trikomsel) menerbitkan Senior Unsecured Fixed Rate Notes (Obligasi) berdenominasi dolar Singapura. Nilainya obligasi yang diterbitkan mencapai 115 juta dolar Singapura.
Penawaran ini tergolong sukses dengan mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari 15 kali dari jumlah Obligasi yang ditawarkan kepada para investor.
Penawaran ini sekaligus mencatatkan Trikomsel sebagai perusahaan pertama dibidangnya yang berhasil menerbitkan Obligasi dalam mata uang dolar Singapura dan dicatatkan di pasar bursa Singapura yakni Singapore Stock Exchange (SGX-ST).
Investor besar seperti WAMCO, UOB AM, Allianz AM, Asia Capital Reinassance, Eastspring dan lainnya telah tertarik menanamkan dananya dalam Obligasi Trikomsel.
ANZ dan J.P. Morgan bertindak sebagai Joint Global Coordinators dan ANZ, J.P. Morgan dan Standard Chartered sebagai Joint Lead Managers dan Bookrunners sedangkan The Bank of New York Mellon cabang Singapura bertindak sebagai Wali Amanat, Agen Pembayaran, Agen Transfer dan Administrator Efek. Obligasi ini berjangka waktu 3 tahun dengan bunga 5,25 persen yang akan dibayarkan setiap enam bulan.
Rencananya, dana yang dikumpulkan dari hasil penerbitan surat utang ini akan digunakan seluruhnya untuk refinancing atas sebagian fasilitas/pinjaman dari bank-bank yang diterima Trikomsel.
"Saya atas nama manajemen Trikomsel gembira sekali dengan suksesnya penerbitan Obligasi ini yang mengalami kelebihan permintaan dan saya juga berterima kasih kepada para investor yang percaya kepada Trikomsel dengan menanamkan dananya untuk mendukung Trikomsel agar lebih maju lagi", ujar presiden direktur Trikomsel Sugiono Wiyono Sugialam melalui siaran pers yang diterima merdeka.com,
Dari sisi kinerja keuangan sepanjang tahun lalu, pendapatan netto dan laba bersih tahun berjalan Trikomsel tercatat masing-masing sebesar Rp 9,58 triliun dan Rp 367,27 miliar.
"Masing-masing meningkat 8,4 persen dan 21,2 persen dibandingkan tahun 2011," kata direktur perseroan Juliana Samudro.
Laba bersih per saham tahun 2012 meningkat 17,6 persen menjadi Rp 80 dari tahun sebelumnya Rp 68.