Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengajak generasi muda untuk meneladani para ulama dan para tokoh pendiri pesantren. Hal tersebut akan membawa para generasi muda untuk bisa menjaga diri dari arus globalisasi yang dapat merusak karakter bangsa.
"Generasi muda kita harus banyak meneladani para ulama dan para pendiri-pendiri pondok dan juga pendiri bangsa ini," ujar dia di Malang, Jawa Timur, Minggu (5/5).
Menurut dia, meneladani ulama sangat penting di era globalisasi karena dapat memberikan pencerahan di tengah-tengah gempuran arus globalisasi, sehingga cita-cita membangun masyarakat yang moderat dan toleran dapat tercapai.
"Apabila kita lupa memberikan pencerahan maka arus globalisasi akan menerpa anak-anak kita generasi-generasi muda kita, sehingga membangun masyarakat yang toleran, moderat, dan rahmatan lilalamain akan tergerus oleh nilai-nilai yang tidak kita ingini," kata dia.
Hatta menjelaskan empat keteladan para ulama yang harus diambil hikmahnya oleh para generasi muda. Pertama, semangat belajar yang luar biasa dari para ulama. "Semangat belajar yang luar biasa dari tokoh tersebut, ulama besar itu punya semangat yang tinggi dalam menimba ilmu yang tidak pernah berhenti," jelas dia.
Lalu, lanjut Hatta, ulama mempunyai mental inisiatif, cerdas dan mencerahkan dalam menyebarkan ilmunya kepada masyarakat. "Ketiga, semangat memberikan pencerahan kepada masyarakat. Ulama tidak hanya sebagai sosok pembelajar, tetapi menjadi sosok pencerah. ulama besar tersebut tidak hanya ingin tampil sebatas sebagai pembelajar, tapi juga menjadi sosok pencerah bagi umat maupun bagi masyarakat seluruhnya," kata dia.
Terakhir, dalam menyebarkan dakwahnya, ulama mempunyai orientasi kepada kemajuan. Hatta menambahkan bahwa ulama tersebut mempunyai misi untuk membangun peradaban yang lebih bagus dengan meningkatkan kapasitas pengetahuan.
"Spirit of improvement, ulama tersebut tidak cukup dengan ilmu yang dikuasainya, keduanya memahami sepenuhnya bahwa kemajuan peradaban harus disikapi konstruktif dengan meningkatkan kapasitas pengetahuan dan pembelajaran," pungkas dia.