Emiten produsen batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan penjualan batu bara pada kuartal pertama tahun 2013 naik 17 persen menjadi 4,51 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,85 juta ton.
Angka realisasi tersebut hampir mencapai 99 persen target penjualan kuartal pertama 2013 sebesar 4,60 juta ton.
Perseroan optimis penjualan batu bara pada tahun ini bisa tercapai. Tahun ini Bukit Asam menargetkan untuk menjual 20,68 juta ton, naik bila dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 15,3 juta ton.
Hal itu didorong dari peningkatan volume angkutan batu bara dari lokasi tambang di Tanjung Enim menuju pelabuhan Tarahan di Lampung dan Dermaga Kertapati di Palembang oleh PT Kereta Api mulai beroperasi di akhir April ini.
"Perolehan laba bersih tersebut dipengaruhi volume penjualan batu bara, harga rata-rata batu bara dan persediaan akhir batu bara," ujar Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono, dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (23/4).
Dia mengharapkan, perseroan dapat memperoleh pendapatan sebesar Rp 2,78 triliun dan laba bersih Rp 493,18 miliar pada kuartal pertama 2013.
Perkiraan kinerja kuartal pertama 2013 itu dengan asumsi harga rata-rata batu bara pada kuartal pertama 2013 sebesar Rp 613.810 per ton (unaudit) dan penjualan batu bara mencapai 4,51 juta ton. Padahal pada kuartal pertama 2012, perseroan mencatatkan laba bersih sekitar Rp 870,54 miliar dan pendapatan Rp 3,02 triliun.
Selain itu, target penjualan didukung dari masing-masing produksi anak perusahaan PT IPC di Kalimantan Timur sekitar 1 juta dan pembelian batu bara dari pihak ketiga sebesar 2,95 juta ton oleh anak perusahaan PT Bukit Asam Prima dan PT IPC. "Dengan demikian, perseroan optimis target penjualan 2013 sebesar 20,68 juta ton dapat tercapai," tutupnya.