Manajemen Hadji Kalla menegaskan tidak pernah mundur dari proyek pembangunan monorail Jakarta. Sejak awal, Grup Kalla mengaku belum pernah mengajukan permintaan pembelian saham kepada PT Jakarta Monorail.
Sekretaris Perusahaan Grup Kalla Andi Asmir menegaskan pihaknya baru sampai pada tahap permintaan penjelasan mengenai perusahaan. "Kita melihat historinya di jakarta, dari 2004-2006 monorail tidak kunjung selesai. Kemudian Jakarta Monorail datang ke kita mengajak untuk investasi dari 2011. Sehingga kita intens dan kami minta keterbukaan untuk due diligent," ucap Andi ketika berbincang dengan wartawan di Pasific Place, Jakarta, Kamis (14/2).
Kalla Group hingga saat ini baru sampai pada proses pendekatan untuk mengetahui posisi perusahaan. Namun, dia menyebut Jakarta Monorail adalah perusahaan yang tertutup dan tidak mau menjelaskan keadaan seperti berapa utangnya.
"Ibaratnya, kita mau kawinlah masa kita tidak mengetahui dalamnya, masa kita milih kucing dalam karung. Masih dalam tahap ini dan kita tidak ada ikatan apa apa dengan Jakarta Monorail," jelasnya.
Dia menceritakan, pada awalnya Jakarta Monorail yang berinisiatif datang ke pihaknya dan Kalla Grup tertarik karena akan memberikan solusi perbaikan infrastruktur negara.
"Secara prinsip kita ingin membantu memberikan solusi. Tapi terserah mereka (Jakarta Monorail) saja, yang penting kemacetan Jakarta ini bisa teratasi," tegasnya.
Sebelumnya 90 persen saham Jakarta Monorail akan dibeli oleh Ortus Holdings yaitu perusahaan milik Edward Soeryadjaja yang merupakan anak dari taipan pendiri PT Astra Internasional, William Soeryadjaja.