Keinginan perusahaan investasi yang terdaftar di Singapura, Ortus Group, untuk memiliki 90 persen saham PT Jakarta Monorail otomatis telah menenggelamkan niat Jusuf Kalla untuk mendominasi.
"Hadji Kalla tidak jadi majority," ujar Direktur Utama PT Monorail Jakarta Sukmawati Syukur kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/2). Kalla Group sebelumnya dikabarkan akan membeli saham Jakarta Monorail melalui PT Hadji Kalla.
Meski begitu, Sukmawati mengatakan Hadji Kalla masih bisa berperan. Namun, peran tersebut hanya sebagai perusahaan publik di Indonesia sebagai mediator pembiayaan dari Ortus Group.
"Kalau pembiayaan public company, Hadji Kalla bisa balik lagi. Kan nanti Ortus Group bisa memasukkan dananya melalui public company," ujar dia.
Sebelumnya, Kalla Group berniat menguasai saham PT Jakarta Monorail. Namun, Kalla harus menyediakan dana minimal Rp 2 triliun.
Saat ini saham Jakarta Monorail masih dikuasai oleh konsorsium PT Indonesia Transit Central (ITC). ITC menguasai 91 persen saham perusahaan tersebut. Sementara sisanya salah satunya dimiliki oleh perusahaan pelat merah, Adhi Karya sebesar 7,65 persen.
Konsorsium ITC terdiri dari tiga perusahaan yakni Adhi Karya, PT Global Profex Sinergy dan PT Radiant Utama. DI ITC, Adhi Karya menjadi penguasa dengan saham sebesar 24,57 persen. Dengan demikian, total saham Adhi Karya di Jakarta Monorail menjadi sekitar 30 persen. Saham Adhi Karya tersebut, kata Bovanantoo yang akan dibeli oleh Kalla Group.