Kinerja penerimaan negara lesu

Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) lebih rendah 11 persen dibanding tahun lalu karena lifting minyak tak capai target.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Kinerja penerimaan negara lesu
Menkeu Agus Martowardojo (kedua dari kanan). merdeka.com/Arie Basuki

Kementerian Keuangan mencatat, realisasi penerimaan negara tahun ini sedikit lesu dibanding tahun sebelumnya. Per November 2012, penerimaan negara yang masuk ke kas negara baru 73 persen dari target penerimaan tahun ini sebesar Rp 1.358 triliun.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui lesunya kinerja penerimaan negara. "Penerimaan negara kita itu 3 persen lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu mungkin sudah sampai 76 persen (November 2011) kita sekarang baru 73 persen (November 2012," ungkap Agus Marto kepada wartawan di Jakarta, akhir pekan ini.

Meskipun dari sisi jumlah atau nominal lebih besar dibanding tahun lalu, Agus Marto mengaku tidak puas atas melambatnya kinerja penerimaan negara.

Menkeu memaparkan, penerimaan negara dari sektor perpajakan dan bea cukai, lebih rendah 1-2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Yang menjadi catatan penting, kata dia, adalah dari pos penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

"Yang cukup besar selisihnya itu PNBP. Itu sampai 11 persen dibandingkan tahun lalu," ucapnya.

Dia menjelaskan, kinerja PNBP lebih rendah disinyalir lantaran realisasi lifting minyak yang jauh dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2012. Dalam asumsi makro APBN-P 2012, target lifting minyak dipatok 930.000 barel per hari. Realisasinya, sampai September 2012 rata-rata hanya 850.000 barel per hari.

Pihaknya menginstruksikan agar lebih menggenjot pendapatan negara dari sektor perpajakan untuk menutupi tergerusnya PNBP. "Jadi kita berupaya bea cukainya bisa lebih, pajaknya juga walaupun situasi tidak mudah, kita akan coba kejar penerimaan negara," tegasnya.

Rekomendasi