Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito melihat, indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terkoreksi tipis sekitar 1 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini, tidak lepas dari kondisi pasar modal di Amerika Serikat.
Dow Jones yang terjun bebas lebih dari 300 poin secara tidak langsung menjadi stimulus negatif terhadap IHSG dan bursa regional. "Pagi ini perdagangan sahan turun karena sentimen Dow Jones, Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan ada masalah jurang fiskal," ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (8/11).
Disinggung mengenai terpilihnya kembali Barack Obama sebagai Presiden AS dan dampaknya terhadap pasar modal dan ekonomi nasional, Ito melihat tidak berdampak langsung. Dalam pandangannya, Obama justru membawa sinyal positif bagi kerjasama perdagangan Indonesia dan AS.
"Perdagangan Indonesia-Amerika Serikat meningkat terutama pada sektor manufaktur, hal itu juga berdampak pada emiten," tutupnya.