Meninggalnya almarhum Widjajono Partowidagdo, Wakil Menteri ESDM pertama di Indonesia saat mendaki di gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat April lalu menoreh luka pada sahabat-sahabat ahli perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
Hari ini, Minggu (16/9) beberapa sahabat telah mengumpulkan seklumit memori pria penggemar gunung tersebut dalam sebuah buku bertajuk "Widja Dalam Kenangan Sahabat."
Beberapa tokoh penting yang pernah dekat dengan Widjajono seperti Menteri ESDM Jero Wacik dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro juga menghadiri peluncuran buku tersebut.
Purnomo yang merupakan sahabat Widjajono mengenang pertemuan terakhirnya dengan almarhum ialah saat Widjajono curhat bagaimana susahnya bekerja sebagai birokrat.
"Pertemuan terakhir saya dengan dia, Wid mengatakan wah susah benar ya jadi birokrat," kenang Purnomo saat memberi kata sambutan dalam acara peluncuran buku di Gedung The Energy, SCBD, Jakarta, Minggu (16/9).
Purnomo, yang telah lebih dulu memasuki dunia birokrat, memberi masukan bahwa Widjajono membutuhkan 3 pil sabar yang harus diminum tiap pagi sebelum berangkat kerja."Saya kasih pesan, kamu tiap pagi minta Nina (istri Widjajono) sediakan 3 pil sabar untuk diminum," tuturnya.
Mantan Menteri ESDM Kabinet Indonesia Bersatu jilid I menambahkan Widjajono ialah seseorang yang menetapkan pilihan memang merupakan pilihan terbaik untuknya. Maka dari itu dirinya yakin pilihannya dalam terjun ke dunia birokrat adalah pilihan terbaiknya.
"Hidup ini pilihan dan Wid memilih hidup ini sebagai pilihan terbaiknya," imbuhnya.
Pun pada saat Widjajono memberitahukan bahwa dirinya akan mendaki gunung Tambora. Purnomo berkelakar bahwa Widjajono tidak ingat umur dengan masih melakukan hobinya saat ini."Tapi itulah dia dengan pilihan-pilihannya," ucapnya.