Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengklaim telah berhasil melobi pemerintah China untuk melakukan renegoisiasi harga gas cair LNG Tangguh ke Fujian-China. Pemerintah Indonesia juga telah membentuk tim untuk melakukan renegoisiasi kontrak ke negeri tirai bambu tersebut.
"China sudah mau melakukan renegosiasi kontrak gas," ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Rabu (9/5).
Hatta menjelaskan, renegosiasi ini akan mengedepankan formula untuk menaikkan harga gas yang selama ini masih jauh lebih murah dari harga gas formula Internasional. Menurutnya, harga gas setelah renegosiasi akan lebih mahal daripada harga sebelumnya.
"Kemarin baru renegosiasi harga. Ini kan renegosiasi, tentu kita mengedepankan formula, jadi kalau market diluar bergerak, tentu kita bergerak. Tentu lebih baik dari harga yang berlaku saat ini," jelasnya.
Dia mengaku, tim renegosiasi kontrak gas ke China dan tim utamanya dari Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral sudah disusun dan siap melaksanakan tugasnya. "Tim-nya sudah disusun, dan ujung tombak renegosiasi harga kita serahkan ke BP Migas dan ESDM," tambahnya.